MADIUN – Masyarakat Kota Madiun tidak perlu khawatir dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG tiga kilogram, terutama yang bersubsidi. Hiswana Migas Madiun bersama Pertamina memastikan stok BBM dan LPG di Kota Madiun dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan meski dalam beberapa waktu terakhir terlihat antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
Ketua DPC Hiswana Migas Madiun Agus Wiyono mengatakan, kondisi stok BBM dan LPG menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah, Pertamina, dan pelaku usaha. Ketiganya memiliki peran yang saling berkaitan dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat, baik untuk BBM maupun LPG subsidi dan nonsubsidi, tetap terpenuhi.
“Pertamina, Himpunan dengan pemerintah daerah itu ibaratnya seketika mata kaki. Tidak bisa dipisahkan karena semuanya stakeholder dalam rangka pemenuhan kebutuhan LPG maupun BBM untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Agus menjelaskan, kondisi kebutuhan energi setiap daerah memiliki karakteristik berbeda. Untuk Kota Madiun, kebutuhan BBM turut dipengaruhi mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Kota Madiun yang terus tumbuh dan banyak dikunjungi masyarakat dari daerah sekitar membuat kendaraan dari luar kota juga turut mengisi BBM di SPBU wilayah Kota Madiun.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu faktor munculnya antrean di sejumlah SPBU. Terutama SPBU yang berada di kawasan perbatasan dan menjadi lokasi pengisian kendaraan dari wilayah sekitar Kota Madiun. “Yang datang di Madiun ini kan dari berbagai macam daerah membawa mobil ngisinya di SPBU,” jelasnya.
Agus menegaskan, antrean yang terlihat tidak menunjukkan adanya kelangkaan BBM. Hiswana Migas bersama Pertamina tetap melakukan pengaturan distribusi dan pelayanan di SPBU untuk menjaga kecukupan stok. Termasuk penerapan pembatasan pembelian sesuai ketentuan agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani secara merata.
Selain itu, proses pengiriman BBM ke SPBU juga memiliki mekanisme tersendiri. Satu armada tangki dapat membawa beberapa kompartemen yang dikirim ke sejumlah SPBU. Dalam kondisi tertentu, proses pengisian ke tangki pendam SPBU dapat menunggu ruang penyimpanan tersedia sehingga pengiriman ke titik berikutnya ikut menyesuaikan.
“Antrean itu sebatas menit. Tidak sampai yang bagaimana. Di SPBU itu kan di pinggir-pinggir jalan kelihatannya mengular panjang sehingga mengganggu kendaraan yang mau lewat. Itu saja,” katanya.
Agus juga meminta masyarakat Kota Madiun tidak panik atau melakukan panic buying. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan dan tetap tertib saat mengisi di SPBU. Menurutnya, ketersediaan stok telah dijamin aman dan kondisi antrean tidak perlu menjadi alasan untuk membeli BBM secara berlebihan.
“Jadi imbauan kami pastikan bahwa masyarakat Kota Madiun jangan panic buying. Stok terjamin masih aman. Jadi tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Hiswana Migas bersama Pertamina, imbuh Agus, juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Madiun untuk memantau kondisi distribusi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga aktivitas ekonomi Kota Madiun tetap berjalan lancar.
“Kita sudah buktikan kami ke sana. Sehingga kami justru merapat ke kepala daerah. Pak Wali juga menanyakan. Kita jamin stok Kota Madiun aman,” pungkasnya.
(Rams/rat/Madiuntoday)