Foto utama berita: Menabung atau Berinvestasi? Kelas Menengah Makin Berhitung

Menabung atau Berinvestasi? Kelas Menengah Makin Berhitung

MADIUN - Menyisihkan penghasilan untuk ditabung kini semakin menantang bagi masyarakat kelas menengah. Kebutuhan rumah tangga terus berjalan, sementara pendapatan belum tentu naik sebanding dengan biaya hidup. Di sisi lain, dana cadangan tetap dibutuhkan untuk menghadapi kondisi tak terduga.

Data LPS menunjukkan Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada Juni 2026 naik 1,6 poin menjadi 81,7. Indeks Kemauan Menabung (IKMM) juga naik menjadi 90,2. Namun, Indeks Kemampuan Menabung (IKPM) justru turun menjadi 73,2. Artinya, keinginan menabung meningkat, tetapi kemampuan menyisihkan uang masih terbatas.

Kondisi tersebut terlihat dari perilaku masyarakat. Responden yang menilai Juni sebagai waktu yang tepat untuk menabung naik menjadi 27 persen. Namun, masyarakat yang mengaku sering menabung justru turun dari 18,9 persen menjadi 17,1 persen.

Tekanan juga datang dari kondisi pekerjaan. Dekan FEB UI Teguh Dartanto menyebut jumlah kelas menengah Indonesia berkurang sekitar 1,2 juta orang dari 2024 ke 2025. Menurutnya, salah satu tekanan utama berasal dari semakin terbatasnya pekerjaan tetap dan penuh waktu di sektor formal.

Situasi ekonomi turut mengubah pola belanja. Masyarakat cenderung mengurangi pembelian mahal, tetapi tetap mencari hiburan dengan biaya lebih kecil atau dikenal sebagai lipstick effect. Pola serupa juga terlihat dalam investasi. Perencana keuangan Prita Ghozie mengatakan masyarakat kini cenderung memilih instrumen yang lebih konservatif dan mudah dicairkan, seperti deposito, emas, dan reksa dana pasar uang.

Sebelum mengejar keuntungan investasi, dana darurat dinilai perlu menjadi prioritas. Prita menyarankan dana darurat dibangun hingga minimal tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan. Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, barulah dana dapat dialokasikan ke investasi sesuai tujuan dan profil risiko.

Di tengah biaya hidup, pekerjaan yang berubah, dan beban utang, pilihan keuangan kelas menengah akhirnya bukan sekadar menabung atau berinvestasi. Keduanya perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Yang terpenting, kebutuhan hari ini tetap terpenuhi, sementara sebagian pendapatan tetap disiapkan untuk menghadapi kebutuhan di masa depan.

(dspp/kus/madiuntoday)

Kategori: Berita
Tag: #Berita #Ekonomi #Informasi
Bagikan:
Nael

Nael

Penulis artikel di Madiun Today — portal berita resmi Pemerintah Kota Madiun.

Artikel Terkait