MADIUN - Berkarya di era digital kini bukan hanya soal membuat lagu dan membagikannya ke publik. Ada hak cipta, royalti, hingga berbagai hal yang perlu dipahami para pelaku industri musik agar karya yang dihasilkan tetap terlindungi dan bernilai.
Hal itu menjadi salah satu bahasan dalam WAMI Roadshow SilatuWAMI yang digelar di Sea Coffee Kota Madiun, Minggu (20/9) malam. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemu sekaligus berbagi pengalaman antara pelaku industri musik dengan musisi, pencipta lagu, dan komunitas musik di Kota Madiun.
Sejumlah nama turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Bongky Ismail, Firman Siagian, dan Pasmarizal. Ketiganya berbagi cerita dan wawasan seputar perjalanan di industri musik, sekaligus mengajak para pelaku musik lebih memahami ekosistem musik di era digital.
Bongky Ismail menekankan bahwa membuat karya di tengah perkembangan digital perlu diiringi pemahaman mengenai hak yang melekat pada karya tersebut.
“Bikin karya jangan cuma viral, pahami juga haknya,” ungkapnya.
Pesan tersebut sejalan dengan tujuan SilatuWAMI yang digelar Wahana Musik Indonesia (WAMI) sebagai Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Roadshow ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan literasi hukum bagi para pelaku industri kreatif di daerah, khususnya terkait hak cipta dan royalti musik.
Tak berhenti pada diskusi, rangkaian acara juga dikemas santai dan dekat dengan para penggiat musik. Peserta dapat mengenal lebih jauh peran WAMI, sistem royalti di Indonesia, hingga manfaat keanggotaan LMK bagi pencipta lagu.
Suasana semakin hidup dengan penampilan Daniel Rumbekwan, Superlaks, dan Vina Ratu. Ada pula jamming session bersama Bongky Ismail dan Firman Siagian yang membuat malam SilatuWAMI di Madiun semakin hangat.
Melalui kegiatan ini, WAMI membuka ruang bagi songwriter, composer, music producer, mahasiswa, komunitas, maupun penggiat musik untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan karya musik.
SilatuWAMI sendiri merupakan roadshow nasional yang direncanakan menyambangi sejumlah kota, di antaranya Kediri, Madiun, Solo, Bandung, dan Padang.
(bip/kus/madiuntoday)