MADIUN – Cuaca panas masih terasa di Kota Madiun di tengah kemarau panjang yang berlangsung hingga September 2026. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Madiun per 10 September 2026 tercatat mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga lebih dari 129 hari. Minimnya hujan dan tutupan awan membuat panas siang hari semakin terasa dan meningkatkan risiko tubuh kehilangan cairan.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena cuaca panas membuat tubuh lebih banyak mengeluarkan cairan melalui keringat. Dokter dan ahli gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen, mengatakan masyarakat kerap tidak menyadari ketika tubuh mulai mengalami kekurangan cairan. “Kencing mulai berwarna lebih kuning,” ujar dr. Tan seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com.
Menurut dr. Tan, perubahan warna urine menjadi salah satu tanda awal dehidrasi yang mudah dikenali. Saat tubuh mendapatkan cukup cairan, urine umumnya berwarna jernih hingga kuning samar. Sebaliknya, warna urine yang semakin pekat dapat menunjukkan tubuh membutuhkan tambahan cairan.
Cuaca panas membuat proses penguapan cairan melalui kulit berlangsung lebih cepat. Tubuh mengeluarkan keringat untuk mempertahankan suhu, tetapi kehilangan cairan tersebut sering kali tidak diimbangi dengan kebiasaan minum yang cukup. “Sebab penguapan kulit lebih cepat, kebiasaan minum lebih banyak tidak dilakukan,” jelas dr. Tan.
Dehidrasi juga perlu menjadi perhatian khusus pada balita dan lansia. Balita bergantung pada orang tua untuk memenuhi kebutuhan cairannya, sedangkan lansia cenderung mengalami penurunan rasa haus. Jika kehilangan cairan terus berlanjut, kondisi tersebut dapat menyebabkan jantung berdebar, pusing, sakit kepala, lemas, kulit kurang elastis hingga kram akibat gangguan elektrolit.
Dalam kondisi berat, dehidrasi dapat berkembang menjadi keadaan darurat medis. Kehilangan cairan dalam jumlah besar dapat menyebabkan tekanan darah turun, gangguan fungsi ginjal hingga berkurangnya produksi urine. Karena itu, di tengah cuaca panas dan kemarau panjang seperti saat ini, masyarakat diimbau tidak menunggu rasa haus berlebihan untuk minum dan memperhatikan tanda-tanda tubuh mulai kekurangan cairan.
(Bip/kus/madiuntoday)