MADIUN – Rencana mengoptimalkan keberadaan Rumah Tahanan Militer (RTM) di Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, nampaknya akan berlanjut dengan pengembangan kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Madiun. Rencana tersebut kembali mengemuka setelah Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin bersama Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun meninjau langsung kondisi RTM, Selasa (22/9).
Keduanya berkeliling melihat kondisi bangunan dan kawasan RTM yang merupakan aset Kodam V/Brawijaya. Bangunan tersebut memiliki nilai sejarah karena pernah menjadi tempat penahanan Tan Malaka pada November 1947 hingga Mei 1948. Dari hasil peninjauan, bangunan utama dinilai masih kokoh meski membutuhkan sejumlah perawatan dan penataan.
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mengatakan pemanfaatan RTM masih perlu melalui proses administrasi dan perizinan. Setelah proses tersebut rampung, pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan Pemkot Madiun agar aset tersebut dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Iya, rencana ke depan insyaallah kita akan manfaatkan. ini salah satu lahan yang menjadi aset Kodam. Nanti kita akan urus perizinannya, kita bereskan semua administrasinya. Insyaallah kalau sudah beres kita punya wacana untuk manfaatkan dengan pemerintah kota Madiun menjadi salah satu mungkin tempat yang bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi bangunan utama RTM masih kokoh. Meski demikian, diperlukan sejumlah perawatan dan penataan menyesuaikan konsep yang nantinya disiapkan bersama Pemkot Madiun. Dengan lokasi yang strategis, kawasan tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk berbagai aktivitas masyarakat.
“Kondisinya bangunannya secara umum, bangunan utamanya kokoh ya. Namanya juga bangunan Belanda, pasti kokoh. Ya perlu kita touch up sedikit-sedikit nanti ya bagaimana konsep dari teman-teman di pemerintah kota Intinya kita punya wacana, punya keinginan untuk memanfaatkan bangunan ini dengan baik, bekerja sama dengan wilayah. konsepnya seperti apa. Intinya, kita akan bikin ini menjadi salah satu lokasi yang bermanfaat untuk masyarakat banyaklah,” katanya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyebut Pemkot sebelumnya telah menyampaikan rencana pengembangan RTM dan Busbow kepada pihak Kodam sebagai bagian dari upaya menambah destinasi wisata di Kota Madiun, khususnya yang memiliki nilai sejarah dan heritage. Peninjauan bersama Pangdam menjadi langkah untuk melihat langsung potensi yang ada di lapangan.
“Didoakan aja semoga proses ini berjalan cepat, bisa kita manfaatkan RTM sebagai salah satu destinasi wisata,” tuturnya.
Plt wali menyebut konsep pemanfaatan RTM masih akan dibahas lebih lanjut setelah ada kejelasan terkait kerja sama pemanfaatan (KSO) dari Kodam. Nantinya, kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai tempat wisata umum maupun untuk kegiatan kuliner dan aktivitas lainnya. Jika terdapat investor yang berminat, Pemkot akan menyesuaikannya dengan ketentuan yang berlaku.
Pemkot Madiun bersama jajaran Korem dan Kodim sebelumnya juga telah melakukan pembersihan kawasan RTM. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah awal merawat bangunan bersejarah tersebut. Plt wali kota menyebut Pangdam turut mengapresiasi langkah bersama tersebut.
“Alhamdulillah Pak Pangdam mengapresiasi apa yang kita lakukan untuk merawat peninggalan atau heritage ini,” pungkasnya.
(Dspp/rat/Madiuntoday)