MADIUN – Jiwa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama terus ditanamkan PMI Kota Madiun sejak usia sekolah. Salah satunya melalui Kompetisi Pertolongan Pertama dan Tandu Darurat yang digelar di Pahlawan Business Center (PBC), Rabu (23/9). Sebanyak 87 sekolah di Kota Madiun melalui relawan Palang Merah Remaja (PMR) ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Kompetisi dalam rangka HUT ke-81 Palang Merah Indonesia itu diikuti peserta dari jenjang SD hingga SMA sederajat. Tidak sekadar beradu keterampilan, para peserta juga dilatih untuk tetap tenang, bekerja sama, dan memberikan pertolongan dengan tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Ketua PMI Kota Madiun Dr. Agung Sulistya Wardani mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan relawan, khususnya anggota PMR yang selama ini rutin mendapatkan pembinaan dari PMI. Kompetisi sekaligus menjadi ajang untuk mengevaluasi sejauh mana hasil pembinaan tersebut dapat diterapkan oleh para pelajar.
“Kegiatan kita ambil salah satu relawan unsurnya adalah dari pelajar PMR yang dimana sudah kita bina secara rutin. Ini kita adakan evaluasi hasil binaan kita dengan kita adakan lomba. Lomba kegawatdaruratan,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, peserta diuji melalui keterampilan pertolongan pada kondisi gawat darurat dan pembuatan tandu. Kemampuan teknis bukan satu-satunya yang menjadi perhatian. Kesiapsiagaan, ketangkasan, kerja sama tim, ketenangan, hingga kepemimpinan di lapangan juga ikut diasah.
Agung menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan upaya PMI untuk membentuk jiwa kemanusiaan sesuai tujuh prinsip dasar PMI. Semangat tersebut juga sejalan dengan tema HUT ke-81 PMI, yakni Peduli Bergerak Bersama.
“Kepedulian terhadap sesama yang mengalami permasalahan. Contohnya kecelakaan. Sehingga di sini PMR ini kita lombakan pemberian penanganan pada gawat darurat,” jelasnya.
Peserta pun merasakan langsung tantangan saat mengikuti kompetisi. Aurelia Balia Nadesita Putri dari SMP Negeri 4 Kota Madiun mengaku sempat panik karena baru pertama kali mengikuti lomba PMI. Namun, dari rasa gugup tersebut justru ada pengalaman yang bisa dibawa pulang. Aurelia menilai keterampilan pertolongan pertama yang dipelajari dalam PMR dapat berguna ketika sewaktu-waktu melihat orang mengalami kecelakaan atau kondisi darurat.
“Pertama kali itu kerasa kayak panik, gimana-gimananya belum terbiasa dan ini juga pertama kali mengikuti lomba PMI. Sisi positifnya itu jika kita melihat ada yang terjadi kecelakaan atau kondisi darurat seperti itu kita bisa menolong terlebih dahulu sebelum yang lebih paham datang,” katanya.
Pengalaman berbeda dirasakan Azka Bima dari SD Negeri 01 Kartoharjo. Bersama lima anggota tim lainnya, ia mengikuti lomba membuat tandu dan pertolongan pertama. Sedikit tegang, tetapi ia tetap senang bisa mengikuti kompetisi tersebut dan ia serta tim nya ingin membawa pulang gelar juara dari kompetisi
“Agak tegang sedikit sama happy. Harapannya bisa juara, insyaallah bisa,” ujar Azka.
Selain kompetisi PMR, rangkaian HUT ke-81 PMI Kota Madiun juga diisi sejumlah kegiatan lain. Di antaranya sosialisasi dampak panas yang berkepanjangan, pemberian apresiasi kepada pendonor yang telah melakukan donor darah sebanyak 10 dan 20 kali, serta penghargaan kepada 10 instansi dengan dukungan donor darah terbanyak di Kota Madiun. Tidak hanya itu, PMI juga menggelar simulasi kebencanaan yang dihadiri Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun. Dalam simulasi tersebut, tim PMI mempertunjukkan atraksi kesiapsiagaan dalam penanganan kebencanaan.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PMI memperkuat semangat kepedulian, terutama di kalangan generasi muda. Agung berharap pelajar yang tergabung dalam PMR tidak hanya memiliki keterampilan pertolongan pertama, tetapi juga tumbuh dengan kepedulian terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya.
“Kami berharap memang ini juga sesuai imbauan dari Bu Gubernur bahwa kita menciptakan atau membuat atau mendidik anak didik di sekolah-sekolah itu mempunyai jiwa kemanusiaan, kepedulian. Jadi sehingga care gitu. Jadi bukan generasi yang masa bodoh,” pungkasnya.
(Dspp/rat/Madiuntoday)