MADIUN – Kota Madiun baru saja mengukir sejarah. Kota Madiun menjadi tuan rumah gelaran perdana EXPO UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026. Kegiatan dibuka Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf Hasyim dan diikuti sebanyak 15 ribu Calon Jamaah Haji (CJH) 2027. Kegiatan yang berlangsung di Stadion Wilis Kota Madiun, Jumat (25/9) sore ini sekaligus kick off Manasik Haji Nasional.
‘’Saya senang sekali, kota yang kecil ini jadi tuan rumah pertama kali EXPO UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 serta kick off Manasik Haji Nasional. Pertama kali di Indonesia di Kota Madiun,” kata Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun.
Hadirnya kegiatan tentu membawa beragam manfaat bagi Kota Madiun. Selain menjadi yang pertama di tanah air, hadirnya belasan ribu CJH dari berbagai daerah tentu menjadi sarana promosi daerah. Belum lagi urusan ekonomi. Plt wali kota optimis terjadi perputaran ekonomi yang sangat besar di Kota Pendekar. Apalagi, gelaran bakal berlangsung selama tiga hari ke depan. Plt wali kota berharap masyarakat turut menjaga Kota Madiun aman dan nyaman.
“Hari ini saja, ada puluhan bus yang datang. Sementara gelaran ini akan berlangsung sampai tiga hari ke depan. Perputaran ekonominya tentu luar biasa. Saya berharap masyarakat turut menjaga kota kita agar tetap aman, nyaman, dan kondusif. Mari menjadi tuan rumah yang baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf Hasyim menyebut terdapat dua agenda besar dalam gelaran pembukaan ini. Yakni, EXPO UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 serta kick off Manasik Haji Nasional. EXPO UMKM, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya Kemenhaj agar ibadah Haji dan Umrah bisa memberikan kemanfaatan secara ekonomis bagi masyarakat. Karenanya, dalam giat ini setidaknya diikuti 300 UMKM terkait Haji dan Umrah. Mulai jasa pemberangkatan, terkait makanan-minuman, fashion muslim, dan lain sebagainya.
“Kedua ada kick off Manasik Haji Nasional. Kita berharap manasik haji di seluruh Indonesia mulai dijalankan. CJH jangan bergantung orang lain atau bergantung BPIH. Semua disampaikan di sini termasuk perbedaan-perbedaan pendapat. Kita sepakati agar sama-sama paham dan waktu di sana tidak perlu lagi ada perdebatan,” ujarnya.
Selain itu, menhaj berharap para CJH untuk senantiasa menjaga kesehatan. Pasalnya, banyak jamaah yang gagal berangkat karena masalah kesehatan. Bahkan, ada yang sudah lolos sampai menjalani karantina tetapi kemudian gagal karena masalah kesehatan jelang keberangkatan. CJH diharapkan mulai melatih fisik dari sekarang hingga musim haji nanti di Mei-Juni 2027 mendatang.
“Selama haji 2024 kemarin ada 470 jamaah kita yang meninggal. Kemudian di 2025 ada 350. Ini belum angka ideal. Kita terus berupaya agar jamaah yang meninggal hanya sekitar 200,” harapnya.
Terkait besaran biaya haji tahun ini, Menhaj menyebut masih dalam proses pembahasan. Pasalnya, ada sejumlah perubahan harga akibat gejolak perang di timur tengah. Namun, dia menyebut biaya hotel dan makanan sudah final. Tinggal biaya penerbangan. Terdapat selisih harga yang cukup tinggi antara Maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Biaya Maskapai Garuda Indonesia di kisaran Rp 38 juta per jamaah. Sementara Maskapai Saudia di angka Rp 42 juta. Pihaknya masih berupaya untuk mencari solusi terbaik. Sementara penggunaan maskapai lain tidak dapat dilakukan karena sudah terikat perjanjian untuk tahun ini.
‘’Kita ingin Saudia ikut turun seperti Garuda. Tapi mereka masih bertahan dengan angka itu. Kita akan terus menilai harga yang paling pantas,” ujarnya. (ws hendro/rams/agi/madiuntoday)