MADIUN – Kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi warga Kelurahan Kelun, Kota Madiun. Sedikitnya 15 kepala keluarga (KK) di RT 19 dan RT 21, RW 05, Lingkungan Kayen, kini mendapat pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun.
Dropping air dilakukan setelah warga melaporkan debit air tanah yang menjadi sumber kebutuhan sehari-hari mulai menyusut. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BPBD Kota Madiun menyiapkan tiga tandon di dua titik sebagai tempat penampungan air bersih.
Lurah Kelun Pardi mengatakan, wilayah tersebut sebenarnya telah terjangkau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun, sebagian warga masih memilih menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Memang ada jaringan PDAM, tetapi beberapa warga tidak memanfaatkannya dan masih mengandalkan air tanah. Saat musim kemarau seperti sekarang, debit air tanah terganggu,” ujarnya, Senin (28/9).
Pasokan air dari BPBD tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga. Di salah satu titik di bagian selatan, air bantuan tersebut juga digunakan untuk menunjang usaha produksi tempe milik warga yang membutuhkan pasokan air secara rutin.
Menurut Pardi, persoalan berkurangnya debit air hampir selalu dirasakan warga setiap memasuki musim kemarau, terutama mereka yang masih mengandalkan sumur. Karena itu, warga didorong untuk mempertimbangkan penggunaan jaringan PDAM sebagai solusi jangka panjang agar kebutuhan air tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi sumber air tanah.
“Kalau memang belum mampu memasang PDAM, pemerintah sudah membantu menyediakan tandon dan suplai air bersih,” katanya.
Dampak kemarau juga mulai dirasakan di sektor pertanian Kelurahan Kelun. Meski mayoritas lahan persawahan masih ditanami padi, pasokan air mulai terganggu seiring menurunnya debit sumber air.
Pardi berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama warga masih membutuhkan. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air selama musim kemarau.
“Masyarakat diharapkan bijak menggunakan air,” pungkasnya.
(rams/kus/madiuntoday)