MADIUN - Perjalanan Keira Charletta Putri menuju podium juara tidak berlangsung singkat. Siswi asal Kota Madiun itu harus melewati serangkaian tahapan seleksi dan pembekalan sebelum akhirnya dinobatkan sebagai Juara 1 Putri Duta Genre (Generasi Berencana) Provinsi Jawa Timur 2026.
Langkah Keira dimulai dari seleksi tingkat Kota Madiun. Berbagai tahapan harus dilalui, mulai dari tes tulis, video challenge, sosialisasi, focus group discussion (FGD), wawancara mendalam, presentasi, hingga pertanyaan spontan seputar isu remaja.
Bukan sekadar mengandalkan hafalan, setiap tahapan menuntut Keira memahami isu secara lebih mendalam. Mulai dari Genre, persoalan remaja, data, hingga bagaimana menghubungkannya dengan kondisi yang ditemui di lapangan.
“Dari proses itu saya belajar untuk benar-benar memahami Genre, isu remaja, data, dan bagaimana menghubungkannya dengan kondisi di lapangan. Jadi ketika masuk ke tingkat Jawa Timur, saya sudah memiliki fondasi yang cukup kuat,” ungkap Keira.
Di tingkat Jawa Timur, Keira harus berkompetisi bersama 35 peserta dari 35 kabupaten/kota. Para peserta datang dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, mulai dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi hingga pelajar SMA yang memiliki prestasi di bidang masing-masing.
Keira pun memilih melihat kompetisi tersebut bukan sekadar sebagai upaya mengungguli peserta lain. Baginya, bisa berada di tengah peserta-peserta berprestasi menjadi pengalaman tersendiri. “Saya tidak melihatnya sebagai sekadar menyisihkan peserta lain. Justru saya merasa sangat bersyukur bisa berada di antara orang-orang hebat tersebut dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi yang terpilih,” katanya.
Salah satu isu yang dibawa Keira dalam ajang tersebut adalah father involvement atau keterlibatan ayah dalam keluarga. Menurutnya, upaya membangun generasi remaja yang berkualitas tidak cukup hanya berfokus pada remaja, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.
Berbekal pengalaman aktif di PIK-R, Keira ingin peran Genre di Kota Madiun ke depan tidak berhenti pada lingkungan sekolah. Edukasi yang selama ini dilakukan melalui GenRe Goes to School, radio sekolah, maupun kegiatan di lingkungan pendidikan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Isu GenRe sebenarnya bukan hanya persoalan remaja di sekolah. Pernikahan dini, HIV/AIDS, IMS, cyberbullying, hingga berbagai persoalan sosial lainnya juga membutuhkan pemahaman dari seluruh masyarakat,” tuturnya.
Keira berharap capaian tersebut dapat menjadi pintu untuk memperluas edukasi Genre, tidak hanya di Kota Madiun, tetapi juga Jawa Timur. Ia ingin semakin banyak remaja memiliki ruang untuk memahami berbagai persoalan yang dihadapi sekaligus mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
“Setiap orang memang punya pilihan dalam hidup, tetapi setiap pilihan juga harus dipikirkan dan dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, kita bisa membangun generasi yang bukan hanya punya kebebasan untuk memilih, tetapi juga punya kesadaran untuk memilih dengan bijak dan menjadi manusia yang berkualitas bagi Indonesia,” pungkasnya.
Keira Charletta Putri, 18, merupakan warga Jalan Margobawero Gang VII, Kelurahan Mojorejo, Kota Madiun. Prestasi sebagai Juara 1 Putri Duta Genre Jawa Timur 2026 menjadi capaian baru sekaligus membawa nama Kota Madiun di tingkat provinsi.
(ws hendro/kus/madiuntoday)