MADIUN – Pasar Mojorejo kembali bersolek. Kali ini khusus untuk area tengah pasar. Ya bagian tengah pasar memang dinilai sudah tak layak. Karenanya, pasar tradisional dengan kuliner soto legendarisnya tersebut direnovasi agar lebih menarik. Perbaikan tersebut berangkat dari inisiatif Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun yang meninjaunya bersamaan gowes beberapa waktu yang lalu.
‘’Fokus pekerjaan di area dalam. Pembongkaran sudah sejak Senin minggu kemarin,’’ kata Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Hesti Setyorini, Senin (5/10).
Tak hanya renovasi bagian lapak-lapak tempat berjualan pedagang, perbaikan juga menyentuh penataan saluran dan paving. Karenanya, seluruh aktivitas pedagang yang berada di tengah dipindahkan sementara. Termasuk soto legendaris Pasar Templek ke Jalan Sentot Prawirodirjo atau jalan baru. Hesti menyebut anggaran perbaikan tersebut mencapai Rp 392 juta lebih.
‘’Kios soto yang ada kondisinya sudah tidak layak, ini diperbaiki. Sama penataan saluran dalam pasar dan perbaikan paving,’’ imbuhnya.
Sesuai kontrak pekerjaan tersebut dijadwalkan selesai pada Desember nanti. Hesti menyebut pekerjaan dilakukan on progres dan sesuai dengan target sejauh ini. Pihaknya optimis pekerjaan bakal selesai tepat waktu.
Keberadaan Pasar Mojorejo sebelumnya pernah mendapat sentuhan perbaikan pada 2021 lalu. Pembersihan dan perbaikan tersebut salah satunya untuk pasar seni dan barang antik. Lapak-lapak diarea dalam sisi selatan dipergunakan untuk pedagang barang seni dan antik. Nah, yang bagian tengah tetap digunakan untuk kuliner. Namun, kondisi bangunan bagian tengah masih kurang layak. Perbaikan dilakukan saat ini. (ws hendro/agi/madiuntoday)