MADIUN – Sembilan titik sungai di Kota Madiun mulai dibersihkan dari berbagai material yang menghambat aliran air. Kayu yang melintang, rumpun bambu, tanaman liar, sampah hingga sedimentasi ditemukan di sejumlah lokasi.
Pembersihan dilakukan sejak 2 Oktober dan dijadwalkan berlangsung hingga 24 Oktober. Tim gabungan menyisir sungai satu per satu, terutama bagian yang dinilai perlu segera dibersihkan agar aliran air tetap lancar saat hujan dengan debit tinggi.
Pada Selasa (6/10), pembersihan berlangsung di Embung Kali Piring, kawasan Bok Malang, Kelurahan Pilangbango. Petugas membersihkan tanaman liar sekaligus menarik kayu yang melintang di aliran sungai. Parang, mesin pemotong, dan seling besi digunakan untuk mengangkat material yang cukup sulit ditangani dengan tenaga manual.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Deddy Purnomo Santoso, mengatakan pembersihan dilakukan sebagai tindak lanjut pengecekan kondisi sungai di sejumlah titik. Menurutnya, material yang terlihat kecil sekalipun bisa menjadi persoalan ketika aliran air sedang tinggi.
“Jangan menunggu airnya besar dulu. Kalau sekarang ada kayu yang melintang atau tanaman yang terlalu rimbun, kita bersihkan dulu supaya tidak menjadi penghambat saat debit air naik,” ujarnya.
Kondisi sembilan titik sungai yang ditangani cukup beragam. Ada lokasi yang banyak ditumbuhi tanaman liar dan terdapat kayu melintang. Di titik lain, persoalannya berupa sedimentasi yang membuat dasar sungai semakin dangkal.
Untuk bagian yang mengalami sedimentasi, BPBD tidak bisa langsung melakukan pengerukan. Penanganannya dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar kondisi aliran dari hulu hingga hilir tetap diperhitungkan.
“Kalau sedimentasinya tebal, tidak bisa asal dikeruk. Kita lihat dulu kondisi hulu dan hilirnya. Jangan sampai kita memperbaiki satu titik, tapi kemudian airnya justru mengarah ke permukiman lain,” jelasnya.
Pembersihan juga menyasar Sungai Sono, Dam Sono, Sungai Jalan Udowo, Sungai Jalan Bima Klegen, Sungai Jalan Joko Oro-Oro Ombo, Sungai Jalan Pendowo Klegen, serta sejumlah titik di sepanjang Sungai Jalan Panglima Sudirman.
Tim yang turun terdiri dari BPBD Kota Madiun, perangkat daerah, BBWS, Tagana, Babinsa, serta masyarakat sekitar. Pembersihan dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi di masing-masing lokasi.
Deddy berharap sungai yang sudah dibersihkan tidak kembali dipenuhi sampah. Sebab, kelancaran aliran air tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga kebiasaan masyarakat di sekitar sungai.
“Kalau sudah dibersihkan, jangan dikotori lagi. Yang kita lakukan ini supaya alirannya tetap lancar. Masyarakat juga punya peran untuk menjaganya,” pungkasnya. (rams/im/madiuntoday)