MADIUN – Warga Kota Madiun tidak perlu khawatir berlebihan terhadap influenza A subtipe H3N2 subclade K yang belakangan ramai disebut “super flu”. Hingga saat ini, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun belum menerima laporan kasus tersebut melalui sistem kewaspadaan dini dan respons.
Meski belum ditemukan, kewaspadaan terhadap penyakit musiman tetap perlu dilakukan, terlebih saat memasuki musim kemarau. Perubahan kondisi cuaca dapat memengaruhi munculnya sejumlah penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.
Plh Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun dr. Wahyu Hetty Darmawati mengatakan, masyarakat tidak perlu panik menyikapi influenza A subtipe H3N2 subclade K. Berdasarkan pemantauan yang ada secara nasional, penyakit tersebut masih menunjukkan pola influenza musiman.
“Ini sebenarnya influenza biasa dan sejauh ini pelaporan secara nasional menunjukkan bahwa ini adalah influenza musiman, jadi mengikuti pola musiman. Sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir bahwa ini kemudian akan menjadi pandemi,” ujarnya, Rabu (7/10)
Wahyu menambahkan, hingga saat ini belum terdapat laporan kondisi berat terkait influenza tersebut, seperti pasien yang membutuhkan ventilator maupun laporan kematian. Kendati demikian, langkah pencegahan tetap penting dilakukan untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Menurutnya, kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyebaran influenza. Udara yang lebih kering dan tingkat kelembapan yang menurun dapat membuat virus lebih mudah berkembang dan menular. Di sisi lain, kondisi daya tahan tubuh juga berpengaruh terhadap risiko seseorang mengalami sakit.
Karena itu, masyarakat diimbau kembali memperkuat pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Kebiasaan mencuci tangan perlu dilakukan, terutama sebelum makan, setelah beraktivitas, serta sebelum menyentuh bagian wajah seperti hidung dan mata. Menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Selain itu, daya tahan tubuh dapat dijaga dengan mencukupi waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan melakukan olahraga ringan secara rutin.
“Kalau kita sehat, meskipun di lingkungan banyak virus, cuacanya juga mendukung untuk terkena flu, tapi kalau kita sehat, kita kuat, kondisi tubuh kita fit, insyaallah kita tidak sakit,” jelasnya.
Masyarakat yang mulai mengalami gejala flu juga diminta tidak memaksakan diri beraktivitas seperti biasa. Terutama pada satu atau dua hari pertama, istirahat di rumah dapat membantu proses pemulihan sekaligus mengurangi risiko penularan kepada orang di sekitar.
“Kalau masih pada tahap awal flu, kalau bisa di rumah dulu, istirahat dulu di rumah. Selain supaya daya tahan tubuh meningkat dan cepat sembuh, juga agar tidak menularkan kepada lingkungannya. Jadi, bagi yang sakit disarankan memakai masker,” pungkasnya.
(Bip/rat/madiuntoday)