MADIUN – Kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab tidak bisa dibentuk hanya lewat nasihat. Nilai-nilai itu perlu dibiasakan sejak anak berusia dini. Inilah yang menjadi bekal utama dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembina Pramuka Prasiaga yang dibuka langsung oleh Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dan diikuti 209 guru TK negeri maupun swasta se-Kota Madiun di Lapangan Pilangbango, Jumat (9/10).
Kegiatan yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kota Madiun bekerja sama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Madiun ini menjadi pelaksanaan perdana di Kota Madiun. Bukan sekadar pengenalan kepramukaan, bimtek selama dua hari hingga Sabtu (10/10) tersebut dirancang untuk membekali guru dengan pemahaman dasar sekaligus teknik membina Pramuka yang sesuai dengan tahap perkembangan anak TK.
Sekretaris Kwarcab Kota Madiun, Slamet Hariyadi, menjelaskan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengenalkan pendidikan kepramukaan kepada guru TK yang sebagian besar belum memiliki Kursus Pembina Pramuka tingkat dasar. Karena itu, peserta terlebih dahulu mendapat orientasi mengenai dasar-dasar Gerakan Pramuka sebelum mempelajari metode penerapannya di lingkungan sekolah.
“Ini baru pertama kalinya untuk di Kota Madiun sebagai tindak lanjut dari peraturan Kementerian Dikdasmen bahwa pendidikan kepramukaan itu wajib diselenggarakan di setiap jenjang sekolah,” jelas Slamet.
Materi yang diberikan tidak hanya mencakup sejarah dan tujuan Gerakan Pramuka. Para guru juga dikenalkan pada metode pembinaan yang dapat diterapkan kepada anak usia dini, mulai dari sistem berkelompok, kode kehormatan, satuan terpisah, hingga tanda kecakapan sebagai bentuk apresiasi atas keterampilan yang dimiliki peserta didik.
Selain itu, terdapat materi kiasan dasar yang digunakan untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia melalui pendekatan kepramukaan. Menurut Slamet, pemahaman terhadap metode tersebut penting agar guru tidak sekadar mengetahui teori, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai kepramukaan dengan cara yang sesuai bagi anak-anak TK.
“Harapan kami mereka bisa menyerap materi-materi yang disiapkan oleh tim teknis dari Kwarcab Kota Madiun. Salah satunya adalah materi tentang bagaimana metode membina bagi anak-anak TK dengan model pendidikan kepramukaan,” ujarnya.
Pembekalan tersebut sejalan dengan perhatian Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun terhadap kesiapan guru sebelum mendidik anak. Ia menegaskan, guru perlu memiliki pegangan yang kuat agar nilai-nilai Dasa Darma Pramuka dapat diterapkan dalam pembelajaran dan membentuk karakter anak sejak dini.
“Guru TK itu salah satu penyelenggara di pemerintahan di bidang pendidikan anak usia dini. Harus dibawain bekal, bekal dari kepramukaan. Karena Dasa Darma Pramuka ini menjadi satu pegangan khususnya untuk anak-anak usia dini,” katanya.
Bagus berharap, setelah mengikuti bimtek, para guru segera mengimplementasikan materi yang diperoleh kepada anak didik berusia 4–6 tahun. Menurutnya, pembentukan sumber daya manusia unggul merupakan proses panjang yang perlu dimulai sejak pendidikan paling dasar.
“Harapannya nanti setelah ini bisa mengimplementasikan. Yang kedua, bisa membawa SDM-SDM usia dini di Kota Madiun ini nanti ke depannya, 18 tahun ke depan ini jadi SDM yang unggul,” tambahnya.
Bagus berharap kolaborasi antara organisasi guru dan Dinas Pendidikan terus diperkuat, termasuk dalam menyampaikan kebutuhan pengembangan pendidikan TK agar program yang disusun ke depan sesuai dengan persoalan nyata di lapangan.
Melalui pembekalan ini, guru TK diharapkan memiliki kemampuan dasar untuk menjalankan pendidikan Pramuka Prasiaga secara tepat, sehingga nilai-nilai kepramukaan dapat dikenalkan melalui proses belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan karakter anak.
(Bip/rat/Madiuntoday)