31 Sekolah di Kota Madiun Raih Adiwiyata Nasional dan Mandiri, Bukti Optimalnya Program Lingkungan Berkelanjutan di Dunia Pendidikan



JAKARTA – Program lingkungan berkelanjutan di Kota Madiun juga moncer di dunia pendidikan. Buktinya, 31 sekolah di Kota Pendekar berhasil mendapatkan predikat Sekolah Adiwiyata tingkat nasional dan mandiri. Piala dan piagam penghargaan diberikan kepada kepala sekolah penerima di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (11/12). Kegiatan juga dihadiri Wali Kota Madiun Dr. Maidi. 

‘’Sekolah kita hebat ya. Kemarin ada 31 sekolah yang dapat Adiwiyata nasional dan mandiri. Artinya, lingkungan sekolah bagus ditambah MBG, sudah, proses belajar bisa optimal,’’ kata Wali Kota Dr. Maidi.

Rinciannya, 21 sekolah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional dan sepuluh lainnya mendapatkan Adiwiyata Mandiri. 21 sekolah peraih Adiwiyata Nasional tersebut yakni SDN 01 Demangan, SDN 01 Kanigoro, SDN 01 Kartoharjo, SDN 01 Nambangan Kidul, SDN 01 Nambangan Lor, SDN 02 Winongo, SDN 03 Josenan, SDN 03 Kanigoro, SDN 03 Manisrejo, SDN Kuncen, dan SDN Sukosari. Selain itu, juga ada dari MI Al-Irsyad, SD Islam Siti Hajar, SD Muhammadiyah Kota Madiun, SD Nasional Tiga Bahasa Mitra Harapan, SDK Santo Bernardus, SDK Santo Yusuf.

Sementara untuk tingkat menengah pertama ada SMPN 6 Madiun, SMP Taman Bakti, dan SMPK Santo Yusuf. Selain itu juga ada satu sekolah menengah atas yang mendapat Adiwiyata Nasional yakni, SMK Kesehatan Aditapa Madiun.

Sedang untuk penerima Adiwiyata Mandiri terdiri dari SDN 01 Josenan, SDN 01 Madiun Lor, SDN 01 Mojorejo, SDN 01 Taman, SDN 03 Klegen, SDN 04 Madiun Lor, SDN 05 Madiun Lor, SDN Banjarejo, SDN Ngegong, dan SMPN 2 Madiun.

‘’Ini bukti bahwa sekolah-sekolah di kota kita juga mengedepankan wawasan lingkungan,’’ imbuhnya.

Predikat Adiwiyata juga tak mudah. Terdapat banyak komponen indikator yang harus dipenuhi. Tidak hanya soal lingkungan sekolah yang harus baik tetapi juga menyasar pembelajaranya. Peserta didik wajib mendapatkan pendidikan perilaku peduli lingkungan melalui pembelajaran di sekolah. Termasuk pendidikan pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir. Selain itu juga pengelolaan lingkungan sekolah dan sekitar untuk bisa berhemat terhadap Sumber Daya Alam (SDA) hingga kondisi iklim sekolah dan sebagainya. 

‘’Saya sampaikan terima kasih kepada semuanya saja, termasuk orang tua, yang sudah turut berkontribusi memberikan dukungan sehingga program lingkungan berkelanjutan di sekolah berjalan optimal,’’ ungkapnya. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Dr. Lismawati menyebut semua sekolah di Kota Madiun sejatinya sudah menyandang sekolah Adiwiyata. Namun, tingkatnya berbeda-beda. Ada juga yang masih tingkat provinsi. Pembinaan dan pendampingan pun terus dilakukan. Harapannya, semua sekolah di Kota Madiun bisa mendapat predikat Adiwiyata Mandiri sebagai yang tertinggi.

‘’Semua sekolah di Kota Madiun sudah Adiwiyata. Tetapi tentu tingkatannya beda-beda. Ini terus kita dorong agar terus meningkat sampai ke level mandiri,’’ tegasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)