Harga Kebutuhan Pokok di Kota Madiun Melandai, April Catat Deflasi 0,02 Persen
MADIUN - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Madiun mulai menunjukkan penurunan setelah Lebaran.
Kondisi tersebut mendorong terjadinya deflasi sebesar 0,02 persen secara bulanan (month to month/m-to-m) pada April.
Kepala Badan Pusat Statistik Kota Madiun, Abdul Aziz, menyebut penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor utama.
“Penyumbang utama deflasi adalah daging ayam ras yang turun 12,49 persen dengan andil 0,19 persen,” ujarnya, kemarin (4/5).
Selain ayam ras, sejumlah komoditas lain juga mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit, telur ayam ras, bawang merah, pepaya, kangkung, ikan nila, serta tarif angkutan antarkota dan emas perhiasan.
Aziz menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh normalisasi harga setelah Ramadan dan Idulfitri.
Penurunan permintaan masyarakat usai Lebaran turut menekan harga di pasaran.
“Permintaan pasca Lebaran menurun, sehingga harga kembali normal,” jelasnya.
Deflasi pada April menjadi yang kedua sepanjang tahun ini setelah Januari yang mencatat deflasi sebesar 0,23 persen.
Meski begitu, BPS menilai perekonomian Kota Madiun masih tergolong kuat.
Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat pasokan masih bergantung pada daerah lain.
“Pasokan harus tetap dijaga karena kita bukan daerah produsen,” pungkasnya.
(rams/kus/madiuntoday)