Dibanjiri 850 Atlet, Turnamen Catur Nasional di Kota Madiun Pecahkan Rekor Peserta di Jatim
MADIUN - Ratusan papan catur memenuhi arena pertandingan sejak pagi. Satu per satu bidak digerakkan dengan penuh perhitungan, sementara para peserta tampak larut dalam strategi yang mereka susun. Suasana kompetitif itu menjadi pemandangan spesial dalam Turnamen Catur Nasional yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Minggu (31/5).
Turnamen tersebut tidak hanya menarik perhatian pecinta catur dari Kota Madiun, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 850 peserta ambil bagian dalam ajang tersebut, menjadikannya salah satu turnamen catur dengan jumlah peserta terbanyak di Jawa Timur tahun ini.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun yang membuka turnamen mengaku senang melihat tingginya antusiasme peserta. Menurutnya, jumlah peserta yang besar menunjukkan bahwa olahraga catur memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat dan terus diminati oleh generasi muda.
“Yang membanggakan, peserta yang hadir benar-benar atlet catur. Mereka datang untuk bertanding dan mengasah kemampuan. Ini menunjukkan bahwa pembinaan catur memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” ujarnya.
Lebih lanjut Plt walikota menambahkan, Pemkot Madiun bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Madiun akan terus memperkuat pembinaan atlet. Dukungan tidak hanya diberikan melalui penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga program latihan dan pendampingan yang berkelanjutan.
Menurutnya, catur bukan sekadar olahraga prestasi. Permainan tersebut juga menjadi sarana melatih kemampuan berpikir kritis, menyusun strategi, dan mengambil keputusan secara tepat. Kemampuan-kemampuan itu dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
“Anak-anak yang menekuni catur tidak hanya diasah kemampuan bertandingnya, tetapi juga cara berpikirnya. Ini menjadi bekal yang sangat baik untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045. Karena itu, pembinaan akan terus kami maksimalkan,” katanya.
Komitmen tersebut bahkan telah diarahkan pada target yang lebih besar. Pemkot Madiun bersama Percasi berencana menggelar kegiatan yang diharapkan mampu mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada 2027.
Meski rencana tersebut masih dalam tahap persiapan, dirinya optimistis Kota Madiun memiliki modal yang kuat untuk mewujudkannya. Tingginya partisipasi peserta dalam turnamen tahun ini menjadi salah satu indikator bahwa ekosistem olahraga catur di Kota Pendekar terus berkembang.
Bagi para peserta, turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ajang tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi pecinta catur dari berbagai daerah sekaligus kesempatan mengukur kemampuan menghadapi lawan-lawan terbaik.
(Bip/kus/madiuntoday)