Tak Ada Tangis di Madiun Khitanan, Anak-anak Asyik Main Gim Sambil Menunggu Giliran
MADIUN – Suasana khitan massal biasanya identik dengan tangis dan rasa takut anak-anak. Namun pemandangan berbeda terlihat dalam kegiatan Madiun Khitan yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Kamis (4/6).
Di ruang tunggu, sejumlah anak tampak asyik memainkan gim di telepon genggam. Sebagian lainnya menggenggam permen. Tidak terdengar teriakan ataupun tangisan yang biasanya mewarnai kegiatan khitan massal.
Sebanyak 120 peserta mengikuti kegiatan yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Madiun dengan Nurul Hayat tersebut. Untuk mempercepat pelayanan, panitia menyiapkan 10 bed tindakan yang ditangani sekitar 15 hingga 20 petugas medis dan pelaksana khitan.
Kepala Cabang Nurul Hayat Madiun, Khoirur Rohman, mengatakan metode yang digunakan adalah Super Ring, teknik khitan tanpa suntikan yang telah digunakan selama bertahun-tahun.
“Metode ini sudah kami gunakan bertahun-tahun. Tanpa jarum suntik dan prosesnya relatif cepat. Setelah khitan, anak-anak juga bisa langsung beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Menurut Khoirur, masa penyembuhan setiap anak berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing. Setelah beberapa waktu, cincin atau ring yang dipasang akan terlepas dengan sendirinya.
“Anak-anak yang menggunakan metode Super Ring nantinya hanya diminta rutin berendam. Ring akan lepas sendiri seiring proses penyembuhan,” jelasnya.
Tak hanya itu, seluruh peserta juga mendapat layanan pendampingan pascakhitan. Setiap anak dibekali nomor kontak petugas yang dapat dihubungi apabila mengalami keluhan selama masa pemulihan.
“Di dada anak-anak ada identitas dan nomor petugas khitan. Jadi jika ada keluhan atau ingin konsultasi, orang tua bisa langsung menghubungi petugas yang menangani,” tambahnya.
Peserta termuda dalam kegiatan tersebut bahkan masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Meski demikian, suasana tetap berlangsung tertib dan ceria.
Salah satu peserta, Sadewo (12), mengaku sempat merasakan sakit saat proses khitan berlangsung. Namun rasa khawatirnya berkurang karena ia tetap bisa berjalan dan beraktivitas setelah tindakan selesai.
“Sakit sih, tapi aman. Habis khitan masih bisa jalan dan langsung dipakai aktivitas,” ujarnya sambil tersenyum.
Suasana santai yang tercipta membuat kegiatan berlangsung lebih nyaman bagi peserta. Kehadiran orang tua, petugas medis, hingga berbagai hiburan sederhana seperti permen dan permainan di telepon genggam menjadi cara tersendiri untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari rasa tegang menjelang khitan.
(rams/kus/madiuntoday)
Lampiran