Pulang dengan Selamat, 225 Jamaah Haji Kota Madiun Disambut Haru Keluarga



MADIUN – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti kepulangan 225 jamaah haji Kloter 22 asal Kota Madiun di Asrama Haji Kota Madiun, Minggu (7/6) dini hari. Setelah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci selama sekitar 40 hari, para jamaah akhirnya kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga tercinta.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, Datik Ardiyah, mengatakan proses kepulangan jamaah tahun ini berlangsung lebih cepat berkat sistem pemeriksaan imigrasi yang telah menggunakan teknologi pendeteksi otomatis. Dengan sistem tersebut, jamaah tidak lagi harus menjalani pemeriksaan paspor secara manual yang biasanya memerlukan waktu lebih lama.

"Alhamdulillah proses penjemputannya sangat cepat karena sekarang sudah ada alat dari imigrasi, jadi jamaah tinggal lewat dan langsung terdeteksi," ujarnya.

Selain proses kedatangan yang lebih efisien, Datik memastikan seluruh jamaah yang tiba bersama Kloter 22 dalam kondisi sehat. Meski demikian, jamaah tetap diimbau untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila masih mengalami gejala flu atau batuk setelah kembali ke rumah.

"Alhamdulillah semuanya sehat dan tidak ada yang sampai dirawat," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa air zamzam telah dibagikan sesuai jumlah jamaah yang berangkat. Sementara itu, satu jamaah asal Kota Madiun yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi terus dipantau perkembangannya oleh tim medis. Menurutnya, kondisi jamaah tersebut mulai membaik dan sudah dapat berkomunikasi menggunakan isyarat.

Datik menambahkan, sertifikat haji kini dapat diakses secara digital melalui aplikasi resmi dengan memindai barcode yang telah disediakan. Ia berharap seluruh jamaah dapat kembali ke masyarakat dengan membawa semangat dan nilai-nilai positif yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji.

Sementara itu, kebahagiaan juga dirasakan oleh Eminara, salah satu jamaah haji asal Perumahan Gading Indah Kota Madiun. Meski telah kembali ke Indonesia, ia mengaku masih merindukan suasana di Tanah Suci yang meninggalkan kesan mendalam selama menjalankan ibadah.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan kepada jamaah selama berada di Arab Saudi berjalan dengan baik. Mulai dari konsumsi, akomodasi, hingga pendampingan selama pelaksanaan ibadah dinilai sangat membantu jamaah dalam menjalankan seluruh rangkaian haji.

Selain suasana spiritual yang dirasakan selama berada di Makkah dan Madinah, Eminara mengaku paling merindukan kebersamaan dengan sesama jamaah saat beribadah dan berkumpul.

Namun setelah lebih dari satu bulan berada jauh dari rumah, kerinduan kepada keluarga akhirnya terobati saat kembali menginjakkan kaki di Kota Madiun. Sambutan hangat dari keluarga menjadi momen yang paling ditunggu setelah menuntaskan rukun Islam kelima tersebut.

"Rasanya bahagia banget bisa kembali berkumpul di rumah dan bisa menyantap nasi pecel lagi," ungkapnya.

Kepulangan ratusan jamaah haji Kota Madiun tersebut menjadi penutup perjalanan ibadah yang penuh makna. Tangis haru, pelukan hangat keluarga, dan rasa syukur mewarnai momen kembalinya para tamu Allah ke tanah air dengan selamat. (dspp/im/madiuntoday)