Malam Makin Dingin, Fenomena Bediding Kembali Menyelimuti Madiun, Ini Penjelasan BMKG



MADIUN – Belakangan ini banyak warga Kota Madiun merasakan udara yang lebih dingin dari biasanya, terutama pada malam hingga menjelang subuh. Tak sedikit yang mulai mencari selimut tambahan atau memilih menghangatkan diri dengan secangkir kopi saat hawa dingin mulai terasa.

Ternyata, kondisi tersebut bukan tanpa sebab. Fenomena ini berkaitan dengan musim dingin yang sedang berlangsung di Australia dan dampaknya ikut dirasakan hingga Indonesia, termasuk wilayah Jawa Timur.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) BMKG Nganjuk, Setiyaris, menjelaskan bahwa saat ini Australia memasuki musim dingin yang berlangsung pada Juni hingga Agustus. Pada periode tersebut, massa udara dingin dari Australia terbawa angin menuju wilayah Indonesia bagian selatan.

"Udara dingin dari Australia bergerak bersama angin menuju Indonesia. Karena itu suhu udara di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur, terasa lebih rendah dibanding biasanya," ujarnya.

Menurut Setiyaris, fenomena tersebut dikenal sebagai adveksi, yakni perpindahan massa udara secara horizontal dari wilayah yang lebih dingin ke wilayah yang lebih hangat. Ketika angin membawa udara dingin dari Australia, suhu udara di daerah yang dilalui menjadi lebih rendah.

Selain kiriman udara dingin dari Australia, ada faktor lain yang membuat malam terasa semakin sejuk. Saat matahari terbenam, permukaan bumi tidak lagi menerima panas dari sinar matahari. Sebaliknya, tanah dan berbagai permukaan di bumi terus melepaskan panas yang tersimpan sepanjang siang hari ke atmosfer.

Akibatnya, suhu udara perlahan turun sepanjang malam dan biasanya mencapai titik terendah menjelang matahari terbit. Itulah sebabnya udara pada dini hari sering terasa jauh lebih dingin dibandingkan malam hari.

"Pada malam hari permukaan bumi terus kehilangan panas melalui proses radiasi. Saat proses pendinginan ini bertemu dengan adveksi udara dingin dari Australia, suhu udara menjadi terasa lebih dingin dibanding biasanya," jelasnya.

Fenomena ini umum terjadi pada musim kemarau. Langit yang cenderung cerah membuat panas lebih mudah lepas ke atmosfer pada malam hari sehingga suhu udara menjadi lebih rendah.

Meski membuat sebagian orang enggan beranjak dari tempat tidur saat pagi hari, kondisi tersebut masih tergolong normal dan bukan tanda cuaca ekstrem. Justru, udara dingin yang menyelimuti malam hingga dini hari menjadi salah satu ciri khas musim kemarau di wilayah Madiun dan sekitarnya.

Jadi, jika akhir-akhir ini malam di Kota Madiun terasa lebih dingin dan membuat banyak orang betah berlama-lama di balik selimut, itu bukan sekadar perasaan. Selama musim kemarau masih berlangsung, hawa sejuk pada malam hingga menjelang subuh diperkirakan masih akan terjadi. Maka, siapkan jaket, seduh kopi hangat, dan nikmati suasana malam yang tengah menyelimuti Kota Pendekar.

(Bip/rat/Madiuntoday)