Gandeng MUA Lokal, Kota Madiun Lestarikan Pakem Solo Putri Lewat Ajang Kreatif dan Nikah Massal
MADIUN– Pelestarian budaya Jawa kini sukses dikolaborasikan dengan geliat ekonomi kreatif di Kota Pendekar. Semangat tersebut tersaji nyata dalam Lomba Tata Rias Pengantin Adat Solo Putri yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Rabu (10/6). Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mewadahi para Make Up Artist (MUA), seniman, dan budayawan lokal agar memiliki ruang yang lebih luas untuk terus berkembang.
Sekretaris Disbudparpora Kota Madiun, Mas Kahono Pekik Hari Prasetiyo, menegaskan bahwa para pelaku seni dan kecantikan ini merupakan pilar penting yang ikut menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Ajang ini merupakan wadah bagi para pelaksana dan penggiat ekonomi kreatif. Sebab, MUA, budayawan, dan seniman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem ekonomi kreatif di Kota Madiun,” ujarnya.
Mendukung hal tersebut, kompetisi ini terbagi dalam dua kategori yaitu perorangan (single) dan berpasangan ini dikemas cukup menantang. Para peserta dituntut berpacu dengan waktu yang terbatas, yaitu hanya tiga jam untuk menyelesaikan seluruh tahapan riasan hingga pemasangan busana.
Selain itu, menurut salah satu juri ketua lomba rias, Gandi Hatmoko, menjelaskan bahwa penilaian difokuskan pada ketepatan pakem adat, kebersihan, dan kerapian, meski kreativitas modern tetap diperbolehkan asalkan tidak menghilangkan identitas asli Solo Putri.
Ketatnya proses penilaian selama tiga jam itu pun langsung terbayar lunas saat hasil karya para perias diuji secara riil di hadapan publik. Sebanyak 10 model dari kategori single tampil anggun memamerkan tata rias utuh mereka di hadapan tamu undangan. Momentum ini semakin istimewa karena dikolaborasikan langsung dengan prosesi sakral akad nikah massal dan tradisi Temu Temanten yang diikuti oleh delapan pasangan pengantin di lokasi kegiatan.
Melalui perpaduan antara kompetisi dan praktik nyata di masyarakat tersebut, nilai luhur budaya Jawa tidak sekadar berakhir sebagai tontonan, melainkan menjadi metode efektif untuk mengenalkan tradisi kepada generasi muda. Di samping menjaga warisan leluhur, kegiatan ini juga diproyeksikan mampu membuka peluang ekonomi baru yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain menjaga warisan budaya leluhur, kegiatan ini juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat,” pungkas Gandi di akhir acara. (dspp/im/madiuntoday)