Lawan Stunting dari Meja Makan, Pemkot Madiun Gencarkan Gemarikan
MADIUN - Semangkuk sup ikan nila hangat menjadi salah satu cara sederhana yang diperkenalkan Pemerintah Kota Madiun dalam upaya mencegah stunting. Melalui kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan), masyarakat diajak memahami bahwa pemenuhan gizi anak dapat dimulai dari menu sehari-hari di rumah.
Program yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun itu tak hanya berisi sosialisasi manfaat ikan, tetapi juga demo memasak dan edukasi pengolahan makanan bergizi bagi ibu hamil dan ibu balita. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Madiun untuk mempercepat penurunan angka stunting.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan konsumsi ikan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kandungan protein, vitamin, dan omega-3 dalam ikan dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi, khususnya bagi anak yang mengalami stunting.
“Melalui gerakan makan ikan ini, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai manfaat ikan bagi kesehatan. Kandungan protein dan omega-3 di dalamnya sangat baik untuk mendukung pertumbuhan anak agar lebih optimal,” ujarnya.
Menurutnya, upaya penanganan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemberian makanan tambahan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat agar menerapkan pola makan sehat sejak dini. Karena itu, sosialisasi yang dilakukan berbagai perangkat daerah menjadi bagian penting dari langkah pencegahan.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kesehatan selama ini juga telah menjalankan berbagai program pendampingan dan pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak stunting. Sementara DKPP turut memperkuat aspek edukasi pangan dan pemenuhan gizi keluarga.
“Preventif itu penting. Masyarakat harus diberi pemahaman sejak awal mengenai pola konsumsi makanan bergizi agar stunting dapat dicegah,” katanya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Madiun, Jemakir, menjelaskan kampanye Gemarikan merupakan bentuk kontribusi instansinya dalam mendukung target penurunan angka stunting di Kota Madiun. Menurutnya, ikan mengandung protein dan omega-3 yang berperan penting dalam mendukung kecerdasan serta pertumbuhan anak.
“Ini merupakan investasi untuk mewujudkan generasi emas. Karena itu kami mengundang ibu hamil dan ibu yang memiliki balita untuk mendapatkan edukasi sekaligus praktik mengolah ikan menjadi makanan yang disukai anak,” ungkapnya.
Tidak berhenti pada sosialisasi, DKPP juga menyiapkan program baru berupa pemberian sayur dan protein hewani bagi anak stunting. Program tersebut akan dilaksanakan secara kolaboratif bersama Dinas Kesehatan dengan menyasar posyandu dan puskesmas di Kota Madiun.
Jemakir menambahkan, kebutuhan sayuran dalam program tersebut akan didukung melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang selama ini menghasilkan berbagai komoditas sayuran. Dengan kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemkot Madiun berharap upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
(ws hendro/kus/madiuntoday)