Tak Hanya Penataan Kawasan Kumuh, Kawasan Rusunawa III Juga Akan Ada RTP dan Pasar Barang Bekas



MADIUN – Kawasan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) III bakal bersolek tahun ini. Kawasan Rusunawa di Jalan Hayam Wuruk Kecamatan Manguharjo itu menjadi lokasi sasaran program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (PERMATA JATIM) Tahun 2026 ini. Bakal ada sejumlah pembangunan di sana dengan total anggaran mencapai Rp 7,3 miliar dari APBD Provinsi Jawa Timur tersebut.

Program pembangunannya meliputi pembangunan jalan paving, lampu jalan lingkungan, dan saluran drainase di kawasan pemukiman padat sekitar Rusunawa III. Selain itu juga akan ada Ruang Terbuka Publik (RTP) di selatan Rusunawa serta pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) 3R. Pembangunan di kawasan tersebut semakin maksimal karena akan dikolaborasikan dengan pembangunan Pasar Bekas program Pemerintah Kota Madiun. Tak ayal, di kawasan Rusunawa III tersebut bakal ada ruang publik baru dan juga pasar bekas ke depannya.

‘’Makanya nanti Pemkot juga menyiapkan sirkular market (pasar barang bekas). Nanti di situ ada garmen atau baju, hp bekas, sepeda bekas, hingga kuliner hasil atau produk UMKM,’’ kata Plt wali kota usai sosialisasi program tersebut, Kamis (18/6) malam.

Pembangunan Pasar Bekas tersebut sudah masuk dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED). Plt wali kota berharap DED segera kelar. Harapannya pembangunan bisa langsung dilaksanakan setelah program PERMATA JATIM selesai. Program Pemprov Jatim melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya ini bakal dimulai dalam waktu dekat. Pun, ditargetkan selesai dalam lima bulan ke depan.

‘’Kalau semua selesai, maka di sini nanti akan menjadi satu kawasan baru yang menarik dan berpotensi ekonomi tinggi. Kenapa, satu karena ada ruang publik, kedua dekat dengan pusat oleh-oleh,’’ ujarnya. 

Plt wali kota berharap masyarakat turut berpartisipasi dengan mengawal jalannya pembangunan. Selain itu, juga mulai bersiap untuk memanfaatkan peluang besar setelahnya. Plt wali kota optimis kawasan tersebut akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Madiun ke depannya. Apalagi juga akan ditambahkan landmark baru seperti tugu mie dan tugu barang bekas. Kawasan tersebut dulunya memang dikenal dengan kuliner mie ayamnya. (rams/agi/madiuntoday)