Jajanan Terbaik Hasil Cipta Kreasi Jajan Khas Peringatan Hari Jadi (1) King Peanut Madiun UMKM Kelurahan Banjarejo Berhasil Curi Hati Dewan Juri



MADIUN – Gelaran Cipta Kreasi Jajan Khas Peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun berhasil menghadirkan jajanan-jajanan baru yang unik lagi menarik. Salah satunya, King Peanut Madiun hasil kreasi UMKM Kelurahan Banjarejo. King Peanut Madiun berhasil membuat dewan juri jatuh hati. Wujud baru jajanan berbahan sambal pecel juga madumongso itu berhasil mengemas nilai 285,2 dan berhak atas juara pertama gelaran lomba. 


‘’Nama jajanannya King Peanut Madiun. Kita ada dua varian yakni, pecelnut dan mongsonut,’’ kata ketua tim UMKM Kelurahan Banjarejo Friska Dwi usai lomba, Selasa (23/6).


Kong Peanut Madiun berhasil mengemas poin tertinggi karena memenuhi nyaris semua kriteria lomba. Yakni, keaslian, kreativitas, deskripsi produk, pemanfaatan bahan lokal, penyajian, dan tentu saja cita rasa. King Peanut Madiun bahkan sudah dikemas dengan menarik layaknya makanan oleh-oleh. Bahkan dewan juri menyebut packaging King Peanut Madiun sudah kategori premium. 


‘’Kalau bahan dasarnya kita pakai tepung mocaf atau tepung singkong kemudian kita padukan dengan sambal pecel untuk pecelnut dan madumongso untuk varian mongsonut,’’ jelasnya. 


Meski produknya sudah baik secara keseluruhan, nyatanya ide pembuatan King Peanut Madiun baru pekan lalu. Ide itu muncul bersamaan pengumuman lomba Cipta Kreasi Jajan Khas pada 14 Juni lalu. Olahan madumongso dan sambal pecel langsung mengemuka. Maklum, Kelurahan Banjarejo memang dikenal penghasil madu mongso. Sementara pecel sudah menjadi makanan khas Kota Madiun.


‘’Madu mongso sudah didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda. Sementara di Banjarejo ada penghasil madumongso. Karena itu kita jadikan bahan lokal,’’ ungkapnya.


Kelebihannya lainnya, King Peanut Madiun bisa tahan dua sampai tiga bulan. Sebab, per produknya sudah dikemas dengan plastik kedap udara. Tak heran, cocok untuk saat dibawa untuk perjalanan jauh. Sebelum mengikuti lomba, produknya juga sudah dilakukan research and development ke masyarakat. Hasilnya cukup membanggakan. Produknya sudah dipesan hingga 100 bungkus. 


‘’Karena sambutan masyarakat cukup baik saat RnD (research and development) kita mantap ikut lomba,’’ pungkasnya. (dspp/agi/madiuntoday)