Trotoar Jalan Pahlawan Disulap Jadi Catwalk, Perajin Batik Kota Madiun Tampil Percaya Diri di Street Model Activity



MADIUN – Trotoar Jalan Pahlawan disulap menjadi catwalk terbuka. Puluhan perajin batik yang tergabung dalam Asosiasi Perajin Batik Madiun (APBM) berlenggak-lenggok bak peragawati profesional. Para perajin batik percaya diri memperagakan karya terbaik mereka dalam Street Model Activity yang menjadi bagian dari rangkaian Madiun Batik Heritage 2026 untuk memeriahkan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Kamis (16/7).


Menyusuri trotoar dari kawasan Bank Mandiri hingga Pahlawan Religi Center (PRC), para perajin sukses mencuri perhatian masyarakat. Sebanyak 31 perajin batik yang dibagi dalam dua sesi, yakni pada hari ini dan besok, bergantian memperagakan busana hasil rancangan serta produksi masing-masing. Tampil sebagai model bagi karya sendiri, mereka membuktikan bahwa perajin batik tidak hanya piawai menciptakan karya, tetapi juga menjadi duta yang memperkenalkan dan mempromosikan batik khas Kota Madiun kepada masyarakat.


Salah satu perajin batik Kota Madiun, Lilik Widya, mengatakan keikutsertaan para pembatik merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Madiun dalam mengangkat batik khas Kota Pendekar agar semakin dikenal luas.


"Melalui Madiun Batik Heritage ini kami ingin memperkenalkan bahwa di Kota Madiun ada banyak perajin batik dengan motif dan desain yang beragam. Semua busana yang kami kenakan merupakan hasil karya masing-masing perajin," ujarnya.


Dalam parade tersebut, para perajin menampilkan beragam motif khas Kota Madiun, mulai dari pecel, kereta api, tebu, pabrik gula, hingga motif-motif yang terinspirasi dari kekayaan lokal lainnya. Menurut Widya, motif pecel masih menjadi favorit masyarakat karena telah menjadi identitas yang melekat dengan Kota Madiun.


"Motif pecel masih paling banyak diminati karena sudah sangat dikenal masyarakat. Namun kami terus didorong untuk mengeksplorasi motif-motif khas Kota Madiun lainnya agar semakin beragam," katanya.


Widya menilai kegiatan seperti ini memberikan semangat baru bagi para perajin untuk terus berkarya sekaligus berinovasi. Dukungan dari Pemerintah Kota Madiun dinilai mampu mendorong para pembatik menghadirkan desain dan motif yang semakin beragam sehingga batik khas Kota Madiun semakin dikenal masyarakat.


"Dengan adanya dukungan seperti ini kami jadi lebih semangat membuat karya dan mengeksplorasi motif batik khas Kota Madiun. Harapannya batik Kota Madiun semakin dikenal, dipakai masyarakat, ASN, swasta, bahkan bisa menembus pasar internasional," ungkapnya.


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pecinta batik. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mengenakan batik khas Kota Madiun, semakin besar pula peluang para perajin untuk berkembang sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya daerah.

(Bip/rat/Madiuntoday)