Kurangi Crowded Jalan Kartini, Plt Wali Kota Bakal Manfaatkan Lorong Kartini Jadi Titik Antar Jemput Siswa



MADIUN – Pengoptimalan aset daerah terus dilakukan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun. Terbaru ada lorong di belakang SMPN 1, 3, dan 13. Ya di belakang ketiga sekolah tersebut memang terdapat sungai yang atasnya sudah ditutup. Nah, Plt wali kota meninjau lokasi tersebut untuk melihat kondisinya saat ini secara langsung. Peninjauan dilakukan Plt wali kota dengan gowes, Jumat (31/7).


‘’Tadi lihat lorong kartini, kemarin dapat masukan dari masyarakat lorong itu untuk dimanfaatkan tetapi lantainya ada beberapa lubang, makanya kita cek,’’ kata Plt wali kota.


Plt wali kota menambahkan masukan untuk memanfaatkan lorong tersebut sebagai titik antar-jemput anak sekolah pun mengemuka. Pasalnya, lokasi memang berada di belakang SMPN 1, SMPN 3, dan SMPN 13. Pun, terdapat akses langsung ke masing-masing sekolah tersebut. Hal itu perlu mengingat di Jalan Kartini selalu terjadi kepadatan saat jam masuk dan pulang sekolah. 


‘’Karena di Jalan Kartini selalu crowded, ada masukan untuk penjemputan bisa di situ,’’ ungkapnya. 


Ketiga sekolah itu memang membelakangi aliran sungai tersebut. SMPN 1 dan SMPN 3 di Jalan Kartini. Sedang SMPN 13 di Jalan Sumatera. Di belakangnya terdapat aliran Sungai Kartini yang bagian atasnya sudah ditutup dengan cor beton. Karenanya, cukup memungkinkan untuk titik antar jemput siswa. Artinya, tidak hanya mengurangi kepadatan di Jalan Kartini. Tetapi juga bisa mengurangi kepadatan di Jalan Sumatera. 


‘’Selain itu kita coba liat potensinya untuk beberapa kegiatan,’’ ungkapnya. 


Lokasi tersebut memang butuh sentuhan lagi. Plt wali kota melihat ada beberapa bagian yang sudah rusak. Seperti bagian sekitar pintu masuk bak kontrol yang bolong. Hal itu tentu berbahaya kalau dibiarkan. Bisa semakin bertambah lebar dan bisa membuat kaki terperosok. Selain itu, Plt wali kota menemukan sejumlah barang-barang perkakas orang berjualan yang ditinggalkan begitu saja. Hal itu tentu memberikan kesan semerawut. (rams/agi/madiuntoday)