Tak Menyerah Setelah Dua Kali Gagal, Rendy Teknisi Cun Motor Group Madiun Kini Wakili Indonesia di Ajang Asia Oceania



MADIUN – Siapa sangka, pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi di Ahass Cun Motor Group Urip Madiun ini berhasil menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Dialah Rendy Dwiki Saputra, teknisi muda yang sukses menyabet Juara I Nasional Kontes Teknisi Reguler Honda 2026.


Berkat prestasi tersebut, Rendy kini bersiap mewakili Indonesia dalam Asia Oceania Technician Contest (AOC) yang akan digelar pada November mendatang. AOC merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan Honda untuk menguji sekaligus mengasah kemampuan para teknisi terbaik dari berbagai negara di kawasan Asia dan Oceania.


Di balik pencapaian itu, tersimpan perjuangan yang tidak mudah. Rendy mengaku sudah dua kali mencoba mengikuti lomba. Pada 2023 dan 2024 ia belum berhasil meraih podium, sedangkan pada 2025 harus vakum karena aturan kompetisi. Kesempatan di tahun 2026 akhirnya menjadi titik balik perjalanan hidupnya.


"Saya sangat senang karena untuk mendapatkan juara satu itu tidak mudah. Saya pernah gagal dua kali, lalu tahun ini alhamdulillah bisa juara satu. Tentunya sangat bangga dan bahagia," ujarnya, Kamis (30/7).


Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat wilayah hingga nasional. Dari sekitar 9.800 teknisi Honda di seluruh Indonesia, Rendy lebih dulu menjadi juara wilayah Surabaya sebelum akhirnya menjadi yang terbaik di tingkat nasional.


Kecintaannya pada dunia otomotif sudah tumbuh sejak Rendy duduk di bangku SMK. Lulus pada 2022, ia langsung bergabung sebagai teknisi di Ahass Cun Motor Group Urip Madiun. Baginya, mengikuti kontes bukan hanya soal menang, tetapi juga mengukur kemampuan diri.


"Saya suka tantangan. Lomba itu untuk mengukur batas kemampuan diri sendiri dan saya ingin selalu lebih baik dari sebelumnya." katanya.


Menghadapi AOC pada November nanti, Rendy terus mempersiapkan diri dengan mempelajari materi dan membiasakan bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Honda setiap hari. Menurutnya, tantangan terbesar justru bukan soal kemampuan teknis, melainkan mengendalikan diri agar tidak minder maupun terlalu percaya diri saat bertanding.


Di usianya yang baru 22 tahun, Rendy berharap dapat memberikan hasil terbaik saat mewakili Indonesia di ajang Asia Oceania Technician Contest (AOC). Ia juga menitipkan pesan kepada generasi muda agar tidak pernah berhenti belajar dan terus mengembangkan kemampuan diri.


"Jangan pernah lelah untuk belajar, karena dunia tidak akan pernah lelah memberikan pelajaran. Semua orang punya potensi dan kemampuan masing-masing. Jadi tetap semangat untuk terus belajar." pesannya.


Perjalanan Rendy membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir. Dua kali pulang tanpa podium tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, setiap kegagalan dijadikan bahan evaluasi hingga akhirnya berhasil menjadi juara nasional. Kini, ia membawa harapan baru untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang Asia Oceania, sekaligus mengejar kesempatan tampil di kompetisi tingkat dunia di Jepang.

(Dspp/rat/Madiuntoday)