Optimalisasi Layanan ASG, Pemkot Madiun Reaktivasi Puluhan Armada Angkot
MADIUN - Animo pelajar memanfaatkan program angkutan sekolah gratis (ASG) cukup tinggi. Hingga, Pemkot Madiun berencana mengerahkan kembali angkutan kota (angkot) sebagai moda transportasi para pelajar. Rencananya, 20 armada angkot bakal beroperasi untuk antar-jemput anak sekolah.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Agus Mursidi membenarkan kabar tersebut. Menurut dia, operasional angkot untuk menambah jangkauan layanan program ASG yang saat ini hanya mengandalkan armada bus dan microbus.
‘’Setiap hari sekitar 240 siswa bisa diangkut. Ada 20 armada untuk melayani berangkat dan pulang sekolah,’’ kata Agus, Senin (19/1).
Dalam operasionalnya, sambung Agus, angkot mangkal di titik-titik penjemputan seperti armada ASG lainnya. Kemudian, angkot akan mengantar ke sekolah dan menjemput kembali saat pulang sekolah. Pelajar yang diangkut tidak dikenakan tarif alias gratis.
Sebagai gantinya, Pemkot Madiun memberikan subsidi Rp 131 ribu per hari untuk masing-masing armada angkot yang melayani angkutan gratis. Subsidi tersebut disalurkan melalui kerja sama antara pemkot dengan koperasi angkot.
‘’Subsidi itu untuk operasional, termasuk bensin dan jasa pengemudi,’’ jelasnya.
Agus menambahkan, kebijakan reaktivasi angkot dalam program ASG ini bertujuan memfasilitasi pelajar SD, SMP, dan SMA memperoleh angkutan gratis saat berangkat dan pulang sekolah. Pun, bertujuan untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di jalan raya dan meminimalisasi keterlibatan anak sekolah dalam kecelakaan lalu lintas.
Lebih dari itu, kebijakan ini juga merupakan langkah pemkot memberdayakan angkot yang belakangan mengalami penurunan jumlah penumpang.
‘’Kami ingin anak-anak menerima fasilitas angkutan gratis. Di samping itu, angkot juga berperan melayani masyarakat,’’ pungkasnya.
(rams/ggi/madiuntoday)