Skakmat! GM Novendra Lawan 36 Pecatur di PSC Kota Madiun
MADIUN – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) mendadak senyap tapi penuh ketegangan pada Sabtu (30/5) malam. Sebanyak 36 pecatur tangguh mulai dari talenta lokal Madiun hingga luar daerah berkumpul buat menguji taktik melawan Grandmaster (GM) Novendra Priasmoro. Laga simultan spektakuler ini sekaligus jadi simbol bangkitnya Kota Madiun jadi wadah cetak atlet catur berprestasi.
Momen ini jelas jadi kesempatan langka bagi para pencinta catur mulai dari anak-anak sampai lanjut usia untuk berhadapan langsung dengan salah satu pemain catur terbaik Indonesia. Kehadiran GM Novendra yang merupakan putra asli Madiun ini sengaja dimanfaatkan oleh Percasi Jawa Timur untuk memantik kembali semangat olahraga otak di kota pendekar.
Langkah mendatangkan sang grandmaster ini ditegaskan oleh Komite Perwasitan Percasi Jawa Timur, Resi Aji, sebagai upaya nyata untuk memantik minat para talenta muda.
"Kami berharap lewat kegiatan ini, anak-anak bisa melihat langsung gimana cara bermain seorang grandmaster. Jadi, mereka bisa lebih termotivasi buat rajin latihan dan kerja keras ngejar prestasi di dunia catur," tegasnya.
Di samping itu, antusiasme masyarakat terhadap olahraga catur saat ini memang tengah meningkat. Hal tersebut terbukti dengan naiknya jumlah pendaftar dalam kejuaraan catur tingkat nasional yang bakal digelar dalam waktu dekat.
Hingga saat ini pendaftar sudah mencapai 836 orang yang berasal dari delapan provinsi di Indonesia. Angka tersebut dinilai sangat tinggi dan melampaui sejumlah turnamen catur yang pernah digelar di berbagai daerah di Jawa Timur.
"Kalau melihat jumlah peserta yang sudah mencapai 836 orang, ini luar biasa. Sepanjang yang kami amati di Jawa Timur, jumlahnya termasuk yang terbesar," katanya.
Resi menyebut, sejumlah kejuaraan catur berskala besar sebelumnya umumnya hanya diikuti sekitar 300 hingga 600 peserta saja. Karena itu, capaian peserta kali ini menjadi indikator kuat betapa tingginya minat masyarakat terhadap olahraga catur saat ini. Bahkan, ia menambahkan bahwa angka tersebut memecahkan rekor tersendiri untuk ukuran pertandingan se-Jatim.
Menurutnya, kunci utama dari lahirnya atlet-atlet papan atas itu adanya kompetisi yang sehat di tingkat daerah. Oleh karena itu, Resi mengajak para pecatur muda untuk memanfaatkan momentum kebangkitan ini dengan sebaik-baiknya.
"Kalau mau jadi grandmaster, kuncinya cuma dua rajin latihan dan sering ikut event. Dari sanalah mental bertanding dan ketajaman berpikir bakal terbentuk untuk naik ke level yang lebih tinggi," jelasnya.
Daya tarik keseruan di Pahlawan Street Center (PSC) malam itu pun sukses menyedot perhatian para pecatur dari berbagai daerah. Mereka datang bukan sekadar demi mengejar kemenangan, melainkan untuk berburu pengalaman berharga yang jarang bisa didapatkan di tempat lain.
Salah satu peserta yang beruntung merasakan pengalaman langka tersebut, seperti Bigel Fendi, pelajar berusia 15 tahun asal Surabaya. Remaja ini sengaja datang ke Kota Madiun demi mewujudkan impian masa kecilnya, yakni bertanding langsung melawan seorang GM.
"Sangat senang dan bangga, ini impian saya dari kecil. Bisa memberikan perlawanan terbaik malam ini dan mendapat hasil memuaskan di Madiun jadi pengalaman yang paling berkesan buat saya," kata Bigel sumringah.
Pengalaman berharga di PSC sukses membuat tekad Bigel makin bulat untuk menekuni dunia papan hitam-putih. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa ruang publik dan semangat yang dibangun di Kota Madiun benar-benar mampu menghidupkan mimpi-mimpi besar para atlet muda.
"Target saya ke depan adalah menjadi Woman Grandmaster Indonesia berikutnya. Selain itu, saya juga ingin membimbing dan mengenalkan ke masyarakat luas kalau dunia catur itu seru dan luas banget," pungkasnya. (bip/im/madiuntoday)