UMKM Tak Lagi Asal Masuk, Pemkot Madiun Perketat Standar Kualitas



MADIUN – Pelaku UMKM yang ingin mendapatkan fasilitas dari Pemerintah Kota Madiun kini tak bisa lagi hanya mengandalkan produk yang sudah ada. Pemkot mulai menerapkan standar kualitas yang lebih ketat agar usaha lokal benar-benar mampu bersaing dan mendukung sektor wisata yang terus berkembang.


Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan bahwa berbagai destinasi dan kawasan ekonomi yang dibangun pemerintah harus diisi oleh pelaku usaha yang siap berkembang. Karena itu, pembinaan UMKM kini tidak lagi hanya berfokus pada jumlah peserta, tetapi juga kualitas produk dan keseriusan pelaku usaha dalam mengikuti pendampingan.


Yang kita kejar sekarang bukan lagi kuantitas, tetapi kualitas, kata Plt wali kota saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pemasaran Pendekar UMKM Bersatu Kota Madiun di Panti PKK, Selasa (26).


Ia menambahkan, fasilitas pemerintah akan diprioritaskan bagi UMKM yang aktif mengikuti pembinaan dan menunjukkan perkembangan usaha. Langkah tersebut dilakukan agar produk UMKM Kota Madiun semakin dipercaya masyarakat sekaligus mampu menarik minat wisatawan.


Selain itu, Pemkot mulai menerapkan sistem Point of Sales (POS) bagi UMKM yang difasilitasi. Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau perkembangan omzet usaha secara lebih akurat sekaligus mengukur efektivitas program yang dijalankan.


Saya ingin tahu saat ada event atau libur panjang, UMKM kita dapat berapa. Kalau penghasilannya naik, berarti program yang kita jalankan berhasil, ujarnya.


Bagus berharap pelaku UMKM tidak berhenti pada pola usaha yang sama dari tahun ke tahun. Inovasi dan peningkatan kualitas dinilai menjadi kunci agar usaha lokal mampu tumbuh seiring perkembangan Kota Madiun. (Bipimmadiuntoday)