Kurangi Risiko Pohon Tumbang Saat Musim Kemarau, Disperkim Kota Madiun Intensifkan Pemangkasan Pohon
MADIUN – Memasuki musim kemarau yang identik dengan meningkatnya potensi angin kencang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Madiun mengintensifkan perapian dan pemangkasan pohon di sejumlah ruas jalan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko pohon tumbang sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kabid Prasarana, Utilitas Umum, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Penerangan Jalan Umum (PJU), dan Pemakaman Disperkim Kota Madiun, Andi Anto, mengatakan pemangkasan pohon saat ini diprioritaskan di sepanjang Jalan Kemiri dan telah berlangsung selama tiga hari. Pekerjaan dilakukan secara bertahap mengingat ruas jalan tersebut cukup panjang dan memiliki arus lalu lintas yang padat. Menurutnya, pemangkasan ini bukan hanya untuk merapikan pohon, tetapi juga sebagai langkah mitigasi menghadapi musim angin.
"Perapian pohon ini merupakan langkah antisipasi menghadapi musim angin. Selain itu, banyak dahan yang sudah menjorok ke badan jalan sehingga mempersempit akses dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Beberapa pohon juga dilakukan penebangan untuk peremajaan," ujarnya Selasa (7/7).
Selain Jalan Kemiri, Perkim juga menjadwalkan penanganan pohon di Jalan Kuweni. Berdasarkan hasil survei lapangan dan permohonan masyarakat, sejumlah pohon di lokasi tersebut dinilai perlu dipangkas karena sudah berukuran besar dan akarnya mulai merusak fasilitas di sekitarnya.
Menurut Andi, apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan merusak infrastruktur maupun membahayakan masyarakat.
Untuk mempercepat pekerjaan, Disperkim kini mengerahkan tiga tim pemangkasan setiap hari selama musim kemarau. Jumlah itu ditambah dari sebelumnya dua tim mengingat meningkatnya kebutuhan penanganan di berbagai titik.
Selain penanganan rutin, Disperkim juga terus memperbarui pemetaan pohon yang berpotensi tumbang melalui survei lapangan serta laporan masyarakat. Sejumlah ruas jalan dengan pohon berkanopi besar, seperti Jalan Panjaitan dan Ring Road, juga masuk dalam daftar penanganan berikutnya.
"Kalau tingkat kesulitannya ringan, satu tim bisa menyelesaikan beberapa lokasi dalam sehari. Namun, kalau pohonnya besar dan penanganannya rumit tentu membutuhkan waktu lebih lama," jelasnya.
Meski hingga kini belum ada laporan pohon tumbang akibat musim kemarau, Andi memastikan upaya mitigasi terus dilakukan setiap hari. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah di bawah pohon karena dapat merusak akar dan batang sehingga mengurangi kekuatan pohon. Warga yang menemukan pohon miring, dahan patah, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan diminta segera melaporkannya kepada Disperkim agar dapat segera dijadwalkan untuk ditangani.
(Bip/rat/Madiuntoday)