Liburan Makin Seru, Puluhan Anak Keliling Dunia Sambil Belajar Bahasa Inggris
MADIUN – Liburan sekolah kali ini terasa berbeda bagi puluhan anak di Kota Madiun. Bukan sekadar bermain gawai atau menghabiskan waktu di rumah, mereka justru "berkeliling dunia" tanpa perlu naik pesawat. Melalui English Fun Holiday: World Explorer Camp 2026 yang diinisiasi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Winongo, para peserta diajak menjelajahi budaya dari berbagai negara sambil belajar bahasa Inggris lewat konsep yang dikemas penuh permainan, kreativitas, dan pengalaman seru.
Tak hanya diikuti peserta dari Kelurahan Winongo, kegiatan ini juga menarik minat anak-anak dari berbagai wilayah di Kota Madiun, bahkan ada yang datang dari Maospati. Sebanyak 42 peserta berusia 6 hingga 18 tahun diajak menjelajahi satu negara berbeda setiap harinya, mulai dari Brasil, Italia, Australia, Kenya, hingga Norwegia. Setiap tema dikemas melalui beragam aktivitas khas negara yang dipelajari, sehingga pengalaman belajar terasa lebih hidup, interaktif, dan mudah dipahami.
Ketua LPMK Winongo sekaligus PIC Kampung Inggris Winongo, Prasetyo Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut hadir sebagai alternatif mengisi liburan sekolah dengan aktivitas yang produktif sekaligus menyenangkan.
"Sebelumnya pendaftaran telah kami buka pada bulan Juni kemarin secara online dan masuk 42 peserta. Program ini kami kemas untuk mengisi liburan anak-anak agar lebih bermanfaat. Mereka belajar bahasa Inggris sambil bermain, sehingga waktunya tidak hanya dihabiskan untuk bermain HP," ujarnya.
Menurut Prasetyo, konsep belajar dibuat berbeda dari pembelajaran di sekolah agar peserta tidak mudah merasa jenuh. Setiap negara dipilih sebagai tema harian sehingga materi bahasa Inggris dapat dipelajari melalui budaya, permainan, hingga pengalaman langsung.
"Kami memilih tema negara yang berbeda setiap hari supaya anak-anak lebih fokus memahami materi. Misalnya saat tema Italia mereka belajar memasak spaghetti bersama volunteer asal Italia. Di hari lainnya mereka mengenal budaya, permainan, hingga ciri khas negara yang sedang dipelajari. Konsepnya memang belajar sambil bermain karena kalau terus berada di dalam kelas anak-anak akan mudah bosan," jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Tutor English Fun Holiday, Marta Amelia menjelaskan seluruh kegiatan dirancang menggunakan metode pembelajaran yang aktif dan berpusat pada peserta. Selama dua jam setiap hari, mereka diajak mengikuti fun games, diskusi, praktik, hingga mengerjakan worksheet yang disesuaikan dengan kelompok usia masing-masing.
"Metodenya variatif dan berpusat pada siswa. Setiap hari mereka mendapat target sepuluh kosakata baru sesuai tema negara yang dipelajari. Jadi saat program selesai, anak-anak diharapkan menguasai sekitar 120 kosakata baru," ungkapnya.
Tak hanya memperkaya kosakata, Marta menilai perubahan terbesar justru terlihat dari meningkatnya rasa percaya diri peserta. Jika pada hari-hari pertama banyak yang masih malu mengucapkan kalimat sederhana dalam bahasa Inggris, kini mereka mulai berani berbicara, berdiskusi, bahkan tampil di depan teman-temannya.
"Yang kami bangun bukan hanya kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga keberanian mereka untuk berbicara. Di sini tidak ada yang takut salah. Yang penting mereka berani mencoba. Bahkan kami mendapat dukungan volunteer dari Italia yang setiap hari ikut mendampingi anak-anak berlatih conversation, sehingga mereka semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris," katanya.
Pada penutupan kegiatan nanti, seluruh peserta akan menampilkan kemampuan yang telah dipelajari melalui Farewell Party. Mereka akan membawakan puisi, dongeng, presentasi, menyanyi hingga tarian tradisional dengan pengantar menggunakan bahasa Inggris. Menariknya, unsur budaya lokal tetap dihadirkan sehingga semangat go internasional berjalan seiring dengan pelestarian budaya Nusantara.
"Harapan kami, anak-anak semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris. Semoga Kampung Inggris Winongo juga bisa terus berkembang menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus mendukung Kota Madiun menuju kota yang semakin mendunia," pungkas Marta.
Melihat antusiasme peserta yang tinggi, Kampung Inggris Winongo berencana membuka kelas reguler mulai Agustus mendatang. Kurikulum yang diterapkan akan disesuaikan dengan kebutuhan peserta serta mengacu pada konsep Kampung Inggris Pare. (Dspp/rat/madiuntoday)