Pimpin Apel Besar, Wali Kota: Apa yang Saya Dapat dari Retret Akan Saya Terapkan di Sini
MADIUN – Wali Kota Madiun Dr. Maidi tampaknya langsung tancap gas memimpin Kota Madiun di periode kedua ini. Mengawali minggu perdana, orang nomor satu di Kota Pendekar tersebut langsung memberikan arahan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Pengarahan melalui apel besar tersebut berlangsung di Stadion Wilis Kota Madiun, Senin (3/3).
Dalam apel besar tersebut wali kota menyampaikan sejumlah hal. Salah satunya terkait arahan presiden dalam retret yang berlangsung di Akmil Magelang beberapa waktu yang lalu. Ya, kepala daerah termasuk Wali Kota Dr. Maidi memang mengikuti retret selama delapan hari sejak dilantik pada 20 Februari lalu. Wali kota baru kembali ke Kota Madiun pada Jumat 28 Februari kemarin.
‘’Apa yang saya dapat dari retret akan saya terapkan di sini,’’ kata wali kota.
Wali kota menyebut ada banyak hal yang didapatkan selama retret. Bagaimana tidak, pembekalan dilakukan oleh para menko dan menteri. Terakhir, ada pengarahan dari Presiden Prabowo Subianto secara langsung. Hal itu penting untuk menyamakan langkah membangun bangsa. Termasuk mensukseskan program presiden untuk penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
‘’Kalau pemerintah pusat sudah memutuskan untuk efisiensi, kita harus melaksanakan. Kita juga harus menghemat anggaran semaksimal mungkin,’’ ungkapnya.
Selain itu, wali kota juga memberikan pengarahan terkait program dan pekerjaan di Kota Madiun. Seperti diketahui, Wali Kota Dr. Maidi dan Wakil Wali Kota F Bagus Panuntun memiliki program kerja Asta Karya. Yakni, Madiun Kota Pintar, Madiun Kota Melayani, Madiun Kota Membangun, Madiun Kota Peduli, Madiun Kota Terbuka, Madiun Kota Anti Korupsi, Madiun Kota Inovasi dan, Madiun Kota Berbudaya.
‘’ASN harus hafal dan harus memahami Asta Karya ini. Bagaimana bisa bekerja dengan baik kalau tidak memahami ini. Akan saya sidak,’’ tegasnya.
Kegiatan apel besar tersebut mengawali agenda kerja Wali Kota Dr. Maidi usai dilantik presiden. Wali kota langsung berkeliling ke tiga kecamatan setelahnya. Selain itu, wali kota juga akan berkantor di lapangan. Lokasi pertama di wilayah Kelurahan Kanigoro. Tidak hanya wali kota, kegiatan juga diikuti semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). OPD juga membuka pelayanan di lokasi kerja lapangan wali kota. (ney/agi/diskominfo)