Ratusan Peserta Ramaikan Turnamen Tenis Meja Wali Kota Cup 2026, Bidik Porprov 2027
MADIUN - Suasana Stadion Wilis tampak berbeda, Sabtu (13/6). Sorak dukungan dan semangat kompetisi mewarnai gelaran Tenis Meja Wali Kota Cup 2026 yang mempertemukan ratusan atlet dari berbagai daerah. Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, ajang ini menjadi ruang bagi para atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan potensi terbaiknya.
Turnamen tenis meja tersebut resmi dibuka oleh Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, di Stadion Wilis, Sabtu (13/6). Tak hanya membuka pertandingan, Plt wali kota juga turut mencoba bermain tenis meja sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga di Kota Madiun.
“Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. PTMSI menggandeng teman-teman dari sektor perbankan maupun asuransi untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Alhamdulillah, pesertanya hampir 400 orang dari berbagai daerah,” ujar Plt Wali Kota Madiun.
Menurutnya, ajang olahraga seperti ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang positif di Kota Madiun. Melalui kompetisi yang rutin digelar, potensi atlet lokal diharapkan semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Ini kesempatan yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan Kota Madiun. Tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga wisata dan keramahan masyarakatnya,” ujar Plt Wali Kota Madiun.
Sementara itu Ketua PTMSI Kota Madiun, Istono, mengatakan kegiatan tersebut digelar selama dua hari 13 – 14 Juni. Pesertanya pun berasal dari wilayah eks Karesidenan Madiun serta sejumlah daerah di Jawa Timur.
“Wali Kota Cup 2026 Tenis meja kali ini mempertandingkan dua kategori, yakni kelompok usia dan kelompok penghobi. Untuk kategori usia, hari ini sebanyak 214 peserta mengikuti pertandingan dari kelompok umur U-10, U-13, U-16, hingga U-18. Sementara kategori penghobi diikuti 170 peserta dan akan di gelar besok,” jelasnya.
Menurut Istono, pembatasan peserta dari wilayah Jawa Timur dilakukan agar proses pembinaan atlet ke depan dapat lebih terarah.
“Kalau sudah campur dengan daerah lain tentu kita kesulitan memprediksi bagaimana pembinaan berikutnya. Dari hasil ini nanti bibit-bibit unggul akan kita jaring dan terus kita bina untuk persiapan Porprov 2027,” katanya.
Ia menegaskan, PTMSI Kota Madiun berkomitmen mencetak atlet dari potensi daerah sendiri. Pembinaan secara berkelanjutan akan terus dilakukan agar atlet lokal mampu menjadi kebanggaan Kota Madiun.
“Harapannya jangan sampai kita mengambil pemain dari luar daerah. Kita harus menggali potensi yang muncul dari daerah sendiri. Atmosfer olahraga seperti ini harus kita bangun bersama,” pungkasnya.
(Bip/rat/madiuntoday)