Ratusan Atlet dari Berbagai Daerah Adu Ketangkasan di Kejuaraan Laser Run Open Piala Wali Kota Madiun



MADIUN – Derap langkah para atlet berpadu dengan suara tembakan laser yang berulang kali memecah suasana Stadion Wilis Kota Madiun. Ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia bergantian menaklukkan lintasan dan arena tembak dalam Kejuaraan Laser Run Open Piala Wali Kota Madiun tingkat nasional.

Sebanyak sekitar 250 peserta ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Mereka datang dari berbagai provinsi, mulai Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sejumlah daerah lainnya. Kehadiran para atlet dari berbagai penjuru tanah air menjadikan ajang ini sebagai salah satu kompetisi Laser Run terbesar yang pernah digelar di Kota Madiun.

Di tengah lintasan Stadion Wilis, para atlet silih berganti berlari menuju area tembak. Setelah menyelesaikan satu putaran lari, mereka harus menghentikan langkah sejenak untuk membidik sasaran dari jarak 10 meter menggunakan senjata laser khusus. Begitu target terpenuhi, mereka kembali berlari sebelum mengulangi rangkaian yang sama hingga garis finis.

Ketua Modern Pentathlon Indonesia (MPI), Chaesar, menjelaskan bahwa Laser Run merupakan cabang olahraga yang mengombinasikan lari dan menembak. Namun, olahraga ini tidak menggunakan senjata api, melainkan pistol laser yang dirancang khusus untuk perlombaan Modern Pentathlon.

“Laser Run adalah gabungan olahraga lari dan menembak. Atlet tidak menggunakan senjata api, tetapi senjata laser yang didesain khusus untuk perlombaan Modern Pentathlon,” ujarnya.

Menurut Chaesar, peraturan perlombaan disesuaikan dengan kelompok usia peserta. Untuk kategori usia 9 hingga 13 tahun, atlet menempuh jarak lari 300 meter setiap putaran sebelum memasuki sesi menembak. 

“Kalau untuk kategori usia 15 tahun sampai senior jaraknya 600 meter setiap putaran. Perbedaannya pada jumlah putaran lari dan sesi menembak yang harus diselesaikan,” terangnya. 

Pada kategori senior, atlet harus menyelesaikan total lari sejauh 3.000 meter. Dalam setiap 600 meter, mereka wajib melakukan sesi menembak laser dari jarak 10 meter sebelum kembali melanjutkan lomba. Kombinasi antara daya tahan fisik dan akurasi inilah yang menjadi tantangan utama dalam olahraga tersebut.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan nasional ini juga menjadi sarana memperkenalkan Laser Run kepada masyarakat luas. Banyak penonton yang terlihat antusias menyaksikan olahraga yang masih tergolong baru tersebut, terutama saat para atlet berjuang menjaga fokus di tengah kelelahan setelah berlari.

Penyelenggaraan Kejuaraan Laser Run Open Piala Wali Kota Madiun diharapkan semakin mengukuhkan Kota Madiun sebagai tuan rumah berbagai event olahraga berskala nasional. Kehadiran ratusan atlet dan pendamping dari berbagai daerah juga turut memberikan dampak positif bagi pergerakan ekonomi dan sektor pariwisata kota setempat.

(bip/kus/madiuntoday)