Jelang Suroan dan Suran Agung, Plt Wali Kota Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas



MADIUN – Pengamanan rangkaian kegiatan Suroan dan Suran Agung 1448 Hijriah/2026 di Kota Madiun dipastikan diperkuat. Sebanyak 979 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Damkar, hingga pengamanan internal perguruan pencak silat disiagakan untuk mengawal seluruh agenda Bulan Sura.

Kesiapan tersebut merupakan salah satu hasil rapat koordinasi Forkopimda Kota Madiun bersama perguruan pencak silat dan sejumlah pemangku kepentingan di Graha Krida Praja, Kamis (11/6). Rakor digelar untuk mematangkan langkah pengamanan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Suroan dan Suran Agung tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kondusivitas daerah.

“Harapannya Kota Madiun tetap menjadi kota yang aman dan nyaman. Semua pihak harus ikut menjaga kondusivitas sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain pengamanan, rakor juga menghasilkan sejumlah langkah antisipasi pendukung. Mulai dari rekayasa lalu lintas, patroli gabungan, pemantauan melalui Call Center 112, sterilisasi titik-titik strategis, hingga kesiapan fasilitas kesehatan yang akan disiagakan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Bagus menambahkan, Bulan Sura tidak hanya menjadi agenda budaya dan spiritual, tetapi juga momentum untuk menggerakkan perekonomian daerah. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah diharapkan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan, sektor kuliner, perhotelan, dan jasa lainnya di Kota Pendekar.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto mengatakan agenda Suran Agung pada 28 Juni mendatang menjadi fokus utama pengamanan karena diperkirakan diikuti sekitar 40 ribu peserta dari berbagai daerah. Untuk itu, aparat akan mengedepankan deteksi dini, patroli preventif, operasi penyakit masyarakat, serta pemantauan melalui CCTV guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama Bulan Sura berlangsung.